Banjir dan Solusinya.

Banjir1b

Banjir2

Banjir3
Banjir4
Banjir5
banjir6b
banjir7a
Solusi banjir 1
restorasi sungai

Sampai saat ini, penanganan banjir belum sesuai dengan yang diharapkan. Belum ada taman yang menerapkan tipe taman tadah hujan seperti pada gambar solusi 1, yang sudah ada sistem biopori yang sebenarnya tidak mampu menembus/infiltrasi sampai ke permukaan air tanah. Pendekatan penanganan banjir masih sederhana yaitu hanya memperdalam sungai tanpa restorasi sungai.

Pengerukan sungai

Ilmu restorasi sungai harus diterapkan untuk mengembalikan fungsinya sebagai pendukung kehidupan, selanjutnya akan di bahas tersendiri dalam topik Restorasi Sungai (River Enginering).

3 responses to “Banjir dan Solusinya.

  1. Ping-balik: Topik Unggah Ulang. | "Pagelaran Kloso Bedah"

  2. mesem

    Sedikit merangkum dalam mengatasi banjir yang mendesak.. walau banjir akan tetap ada sih ya lumayanlah ada pengurangan…

    1. gaya model goyang NGEBOR si inul… dimana? ya semua selokan2 dan sungai2 (bukan hanya dikeruk saja)… selokan2 baik pinggir jalan atau pemukiman…. dari lereng gunung sampai dengan daerah rendah… coba perhatikan konstruksi selokan dan tata ruang kota atau desa… selokan saja sekarang tidak bisa meresap karena terbuat dari beton padat, semua dibuang ke sungai terus ke laut? bagaimana laut tidak over kapasitas yang mengakibatkan naiknya permukaan laut?

    2. Daerah perkotaan banjir? Semua perkampungan dijadikan bersusun…. 1/4 bagian areal padat dan 3/4 areal resapan juga daerah hijau…

    3. Kalau daerah pedesaan banjir? kemungkinan besar daerah hulu sungainya gundul (daerah elevasi tinggi/gunung tak mampu menahan turunnya hujan di dataran tinggi)… ya secepatnya reboisasi… dan penduduk areal lereng gunung dipindah… mindahnya kemana? ya daerah baru tentunya… wanamarto…

    Matur suwun

    • O-O

      Matursuwun kang Mesem.
      Mungkin kota idaman dibangun model vertikal sehingga tanah sekitarnya bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian, bahkan bisa pula atap beton dibuat sawah/ladang. Setiap kota dilengkapi sumber protein hewani dan punya sumber tenaga listrik sendiri (Solar cell, kincir angin atau ombak laut….. seperti yg model disini https://leadershipprincipal.wordpress.com/2013/04/15/harapanku/
      Tentang buangan air dari rumah tangga (got) memang seharusnya tidak boleh dialirkan kesungai tetapi dialirkan ke tempat pengolahan limbah cair rumah tangga… hal ini sudah dikerjakan di Bandung-JABAR. Saluran air tadah hujan memang sebaiknya tidak dibeton tapi tanah biasa disertai lubang bor resapan dengan kedalaman minimal 20 m berjarak tiap 100m.
      Suwun.

Bila Berkenan, Mohon Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s