Membangun Sumber Daya Manusia.

Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) tidak dapat terlepas dari ketersediaan lapangan kerja serta aturan-aturan yang jelas dan berkekuatan hukum tetap berdasarkan Undang-Undang.Tanpa hal tersebut diatas akan berdampak pemborosan dana dan membuang waktu tanpa guna. Pembangunan SDM yang terstruktur dan penyediaan lapangan kerja sesuai “master plan” serta aturan perundang-undangan yang baku merupakan salah satu kunci penting menuju Kejayaan NKRI.

Latar Belakang (Versi Klosobedah).

Peran pemerintah era Orde Baru dalam pembangunan SDM masih fokus pada pembangunan calon SDM (Kesehatan ibu hamil/ janin, ibu menyusui dan anak bawah lima tahun) melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan beaya dari negara dan swadaya masyarakat.

Pembangunan SDM dengan beaya negara yang didasarkan ketersediaan lapangan-kerja hanya untuk aparatur pemerintah sipil dan militer yang akan menduduki pos jabatan tertentu dengan jumlah sangat terbatas.

Pembangunan SDM bagi masyarakat (rakyat) umum yang dibeayai negara serta sudah ditentukan lapangan-kerjanya adalah STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara), Akmil, APDN/ STPDN (Akademi/ Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negri).

Pembangunan SDM bagi masyarakat umum yang dibeayai negara tetapi tidak dipersiapkan lapangan-kerjanya karena diharapkan dapat mandiri (menciptakan lapangan kerja sendiri) yaitu melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang diadakan oleh Depnakertrans tetapi jumlah dan frekwensinya terbatas.

Pembangunan SDM yang dilakukan secara mandiri oleh rakyat dengan beaya sendiri tetapi penempatannya diatur oleh negara yaitu pendidikan dokter yang setelah lulus harus bersedia ditempatkan dimana saja oleh pemerintah (dokter inpres, wajib militer).

Pembangunan SDM bidang profesi lainnya dilakukan secara mandiri oleh rakyat (pemilihan bidang profesi dan beaya pendidikan). Oleh karena pemilihan bidang profesi tidak sejalan dengan ketersediaan lapangan-kerja maka banyak para sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan kesarjanaannya (misal: sarjana hukum/ sospol/ pertanian dll bekerja sebagai sopir taxi) sehingga rakyat dan negara merugi dari sisi pembeayaan (Perguruan Tinggi Negri masih disubsidi APBN) dan waktu yang terbuang percuma untuk mengikuti kuliah.

Setelah berganti rejim pemerintahan, hal-hal positip tentang Pembangunan SDM yang telah dirintis dan dibina di era Orde Baru melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun yang dirinci dalam REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) menjadi berantakan. Tidak adanya Perencanaan Nasional yang baku dan konsisten inilah yang membuat pembangunan di segala bidang tidak terarah, hal yang telah dirintis dan dikerjakan oleh pimpinan nasional sebelumnya tidak dilanjutkan dan terbengkalai bahkan tidak jarang arah dan kebijakannya bertolak belakang sehingga sumber daya keuangan dan tenaga terbuang percuma. Oleh karena itu perlu dirumuskan kembali Rencana Pembangunan Jangka Panjang 100 tahun, 50 tahun dan 25 tahunan yang mengacu pada UUD 1945 serta mengukuhkan REPELITA tersebut menjadi Undang-Undang sehingga tidak akan berubah seiring perubahan kepemimpinan nasional (pemimpin nasional hanya membuat REPELITA 5 tahunan berdasarkan tahapan dari Undang Undang REPELITA.

 Selain hal tersebut diatas, masalah lainnya adalah minimnya ke-ahlian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) karena sarana laboratorium penelitian dan pengembangan (Litbang) minim kwantitas dan kwalitas serta aksesnya dibatasi. Kelemahan SDM bidang lainnya adalah kemampuan kepemimpinan dan kerja-sama tim (Leadership) dimana kemampuan tersebut memerlukan kecerdasan emosional (EQ) yang cukup. Selama ini, pembangunan bidang kepemimpinan dan EQ belum tersentuh dalam pendidikan formal. Oleh karena itu untuk tujuan pembangunan SDM agar mempunyai ketahanan tinggi dan mampu bersaing di era globalisasi ini maka faktor pembangunan mental dan kecerdasan emosional serta perlengkapan sarana Litbang Iptek menjadi prioritas penting.

Visi dan Misi Pembangunan SDM (Versi Klosobedah).

Visi pembangunan SDM dan Iptek adalah terciptanya SDM yang bermoral dan berbudi pekerti luhur, berilmu pengetahuan dan teknologi masa kini serta bermental kuat dengan dilengkapi kemampuan memimpin yang handal dalam era globalisasi dunia.

Misi Pembangunan SDM dan Iptek adalah membangun dan membina SDM sejak dalam kandungan, Balita, anak pra-sekolah, anak sekolah dasar sampai perguruan tinggi sesuai dengan bakat dan minatnya serta calon posisi penempatannya (lapangan kerjanya) dengan mengutamakan pembangunan karakter (moral, budi pekerti, kecerdasan emosional dan kepemimpinan) serta berbasis teknologi masa kini.

Master Plan (versi abal-abal klosobedah).

  1. Bidang Perencanaan: Menyusun Rencana Pembangunan Berjangka Panjang 25-50-100 tahun. Menyusun Rencana Pembangunan Lima tahun (Repelita).
  2. Bidang Politik: Mengusulkan Rencana Pembangunan Berjangka Panjang 25-50-100 tahun menjadi Undang-Undang sebagai Undang Undang Lanjutan setelah UUD 1945.
  3. Bidang Ideologi, Sosial, Ekonomi dan Budaya. Mengaktifkan kembali pelayanan POSYANDU. Merevisi materi pendidikan nasional mulai dari pendidikan pra-sekolah sampai perguruan tinggi maupun materi pendidikan non formal dengan menambahkan materi pendidikan moral, budi-pekerti, hubungan sosial dan kepemimpinan.
  4. Menciptakan lapangan kerja baru serta mendidik SDM yang sesuai posisinya dengan cara pendirian Badan Layanan Umum (bukan BUMN) untuk keperluan negara:

4.1 Bidang Ketahanan Pangan:

  • Pembukaan lahan berjuta hektar pesawahan modern yang dilengkapi komplek hunian SDM dan sarana pendukungnya (apartemen, sekolah formal dan non-formal seperti Balai Latihan Kerja/ BLK, klinik/ Rumah Sakit, sarana olah-raga, pengembangan hobi/minat, rekreasi, industri mesin pertanian dan riset bibit pertanian, penyimpanan dan pemrosesan hasil pertanian).
  • Pembuatan pos nelayan modern yang dilengkapi sarana seperti pada komplek lahan persawahan modern diatas dilengkapi pengawetan hasil kelautan.

4.2 Bidang Metalurgi (Prasarana bahan baku pembangunan):

  • Pembuatan pabrik pengolahan metal (besi-baja tahan karat, aluminium, tembaga) di lokasi eksplorasi dilengkapi komplek apartemen SDM dan sarana pendukungnya seperti komplek petani dan nelayan modern diatas.

4.3 Bidang Konstruksi Bangunan.

  • Pembentukan Divisi Konstruksi untuk membangun gedung komplek apartemen lengkap dengan sarana pendukungnya (point 4.1 dan 4.2 maupun untuk keperluan SDM bidang konstruksi itu sendiri serta point 4.3).

4.4 Bidang Pendidikan Formal dan Non-Formal:

  • Pembentukan Balai Latihan Kerja dan Perguruan tinggi (Institut Metalurgi, Tehnologi Pertambangan-Geodesi/ Geofisika- Hidrologi- Ekologi Terpadu, Pertanian- Perkebunan- Peternakan- Ekologi Terpadu, Teknik Sipil- Arsitektur-Ekologi Terpadu) diluar struktur institusi pendidikan yang telah ada.

Hal tersebut diatas dapat menampung banyak tenaga kerja SDM secara cepat (siap kerja melalui BLK) ataupun jangka panjang melalui perguruan tinggi (point 4.4).

Demikian pandangan dan ulasan strategi secara singkat versi klosobedah.

1 Komentar

Filed under Uncategorized

One response to “Membangun Sumber Daya Manusia.

  1. Para mahasiswa harus melewati KKN tematik sesuai kompetensi yg ingin diraih dg terjun dalam pendampingan langsung kepada masyarakat, sentra produksi atau basis komunitas yg lain
    Sehingga hasil iptek & litbang bisa dihilirisasi
    Pemerintah menyediakan insentif utk inkubasi tsb
    Maka SDM sbg keuntungan demografi Indonesia sungguh jadi kekuatan yg hebat yg sungguh berdaya saing

    Replay:
    Muuaantaaabbb Kaaang.
    Suwun ide briliannya akang Tommy.

Bila Berkenan, Mohon Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s