Segitiga Beracun.

Toxic triangle

Toxic Ground


toxic ground waterBio hazard
Socio-cultural hazard
Toxic Culture

Toxic Population.

Population Toxicology

More detail literature of population toxicology, clik here..

10.5923.j.env.20120204.01

More detail: Impact of Socio-Cultural Factors on Environmental Degradation.

13_chapter 5(1)

Toxic Leadership.

Toxic Leadership

25 Komentar

Filed under Uncategorized

25 responses to “Segitiga Beracun.

  1. Agama kagak masuk kang? Wakakakkkk…….

    • O-O

      Hmm… gambar ke-4 disitu tergambar “santapan jasmaniah” … yang sebenarnya juga termasuk “santapan batiniah”.. socio-culture. Yang disebut toxic adalah merusak/mematikan pihak lain.
      Suwun kang Wager.

      • Mantap, Akang memang orangnya pintar, bijak dan hati-hati dalam berkomentar/menjawab. Lha, beda jauh dengan saya, ….

        Seperti biasa, artikel yang Akang tulis selalu padat dan berkualitas, terlebih kalau ditulis dalam betuk gambar. Sayang tidak banyak orang yang memahaminya atau mungkin tepatnya tidak berminat dengan topiknya.

        Namun tampaknya seperti komitmen diawal saat membuat blog, “Menulis blog anggap saja sebagai kumpulan file pribadi”……..

        salam

      • O-O

        Salam Kang Wager.
        Ahhh… akang bisa aja melipur hati. Salut kang Wager bisa membaca batin saya dari jauh.
        Maturnuwun kang Wager.

  2. Salam simbah,komandan @ benar mbah,.artikel komandan asli mantabs,..

  3. O-O

    Selamat pagi Kang Nur, Kang Wager.
    Weeh..Maturnuwun sanjungannya atas artikel abal-abal saya.
    Sebenarnya sangat ingin bikin berupa tulisan …. tapi sangat sulit dan jauh lebih mudah bikin simbol gambar.
    Oh…ya… bagaimana prakiraan banjir JKT…. infonya bakal hujan deras hari ini atau besok….. lagian bertepatan dg hari tepat bulan purnama… walhasil air laut lagi pasang naik maka risiko banjir besar. Ahh… semoga tidak lebat hujannya.
    Nuwun.

    • Pasang gambar mudah dan lebih efektif dibanding tulisan Kang. Gambar sudah mewakili tulisan.

      Contohnya pasang gambar cewek cantik, pembaca pasti melihat atau menikmatinya. Bandingkan dengan nulis tentang topik wanita, susahnya minta ampun dan juga kalaupun jadi belum tentu ada yang…………………baca. Wakakakkk….ndak nyambung.

  4. Salam komandan,simbah wager @
    mudah2an bencana alam d jkrt selesai ndan,.tinggal bencana kondisi manusianya aja..hhe,.
    Ohya,kmrn kelud mletus kalau dilihat scara gaib,itu prabu airlangga lepas dari gunung kelud kang..

    • O-O

      Salam Kang Nur, Kang Wager and all.
      Amiin…. Semoga terkabul Kang Nur, bencana alam reda seterusnya.
      Waaooow…. prabu airlangga lepas dari gunung kelud…. hmmm lalu gimana si lembu sora ?
      Suwun infonya kang Nur.

  5. RIMD

    Reblogged this on Republik Impian and commented:
    Toxic Triangle in environmental degradation.

  6. dewi

    Sugeng sore @ Sergeant O-O, Mas Nur, RIMD, Simbah, all

    wah iya, hiasan dindingnya baru, tentang semut ireng yang suka bergotong royong, the team work yang suka asah asih dan asuh🙂 …

    ternyata bahaya racun ada di mana2, baik melaui udara yg kita hirup, melalui makanan seperti vetsin/ micin juga melalui doktrin pikiran…

    so, how can we live in this world when everything is connected each other?🙂 …

    I mean, how can we harmonise them all, as some part of them are us, and some part of us are belong to them, in this era/ present ?🙂 …

    • O-O

      Sugeng dalu Ning Dewi.
      Salam Kang Wager, Kang Nur, Kang OM, Kang RIMD, Cak JS, Kang Lesung and all.

      Waaooo…. smart and clever girl… hmmm… in this situation, we can imitate the life of black ants… getting used to a harmonious team work on all the complicated task of multi sector but also capable of doing all the work alone that simple.

      Tulisan yang sedang dipersiapkan topiknya adalah Semut Ireng Anak-Anak Sapi.
      Nuwun.

  7. Salam komandan @
    skrg sudah berhenti ndan,.efek yg ditimbulkan dari sana belum diberitahukan ndan,.sy jg masih meraba jalan..kalau sy sebutkan,takut tidak kejadian..nanti saya kena portal ndan..hhe,,.
    Salam Mbakyu @
    wah mantab itu mbakyu,,tembang mantab…

    • O-O

      Salam Kang Nur.
      Syukurlah….. semoga saja tidak ada efek buruk.
      Maturnuwun Kang Nur.

      • Salam komandan @ lawan dari racun,itu penawar ya ndan,atau vitamin…ada gak ndan,penawar/vitamin yg hebatnya seimbang sama racun,.hebat dalam versi disenangi,efek,waktu bekerjanya,dll..
        yg pasti berdosis satu negara dan satu zaman..

      • O-O

        Salam Kang Nur.
        Betul kang Nur…. lawan racun alam dan kimiawi adalah penawar (antidot), penanggulangan racun dalam kontek psikologi/ mental/ kejiwaan adalah detoksifikasi… dan istilah ini juga bisa digunakan untuk keracunan bahan alam atau kimiawi. Langkah lainnya adalah eliminasi bahan racun yg telanjur masuk dan belum menimbulkan efek langsung adalah pemberian pengisab/ absorben racun serta mencegah masuknya racun tersebut. Penanganan selanjutnya harus dibedakan dari segi jalan masuknya racun… disengaja atau tidak sengaja/ kecelakaan.
        Dosis antidot dan absorben tergantung tingkat keparahan keracunannya.
        Nuwun.

  8. Salam komandan @ iya ndan,..sbagian besar masyarakat kita(mungkin jg trmsk saya),telah mengidap racun parah,.yakni racun jatidiri..
    Orang indonesia,yg tdk mengerti akan ke-indonesia-annya.lupa akan keberadaan bangsa ini..
    Adakah penawar yg bisa ditawarkan utk masyarakat luas,selain daripada totonan yg tdk meng-antidot-kan sampai ke hati..??

    • O-O

      Salam Kang Nur, Salam Buat Seluruh Pengunjung.
      Betul banget pendapat kang Nur, kebanyakan kita lupa bahwa para leluhur kita telah mendeklarasikan “Sumpah Pemuda” yang menandai “Lahirnya Bangsa Indonesia”. Hehehe… sayapun masih sering menggunakan campuran bahasa lokal… “boso Jowo”.
      Tidak menutup mata bahwa ikatan primordial masih sangat kental pada bangsa kita… termasuk mereka yang duduk di birokrasi…. masih ada istilah “Putra Daerah” sebagai embel-embel untuk mendapatkan prioritas.
      Memang dilematis, bila kita memperkuat “Jati-diri Bangsa Indonesia” maka otomatis “Jati-diri Ke-Suku-an” akan melemah…. dan “Budaya Suku Bangsa” yang juga merupakan kekayaan budaya akan mengalami degradasi/ kemunduran yang akhirnya lenyap.
      Adanya jaringan web menguntungkan bagi kita sehingga web budaya suku-suku bangsa kita tumbuh untuk melestarikan budaya kita. Memang sebaiknya bahasa pengantarnya adalah bahasa nasional agar para pengunjung dari suku lain sesama bangsa bisa paham.
      Hhhhh…. saya juga ikut ketampar karena sering juga pakai kata/tulisan bahasaa Internasional.
      Terimakasih Kang Nur, telah mengingatkan untuk kembali ke “Jati-diri Bangsa Indonesia”.
      Penawar “Toxic Culture” adalah mengangkat “Gengsi dan Martabat Budaya Indonesia (termasuk Budaya Suku Bangsa)” dikalangan nasional dan Internasional. Bagi individu, membiasakan diri dan menumbuhkan minat/ selera terhadap budaya antar suku bangsa kita dalam keluarga masing-masing.
      Salam Indonesia Jaya.

  9. dewi

    @ O-O, Nurkahuripan, All,

    Maturnuwun, maaf telat merespons, saya baru saja kembali di RS, selama 5 hari nungguin kakek yang terkena serangan jantung, kejang2 tak sadarkan diri dan sempat di UGD.

    Sekarang udah baikan, istirahat minum obat dan saya menulis ini juga sambil nungguin kakek di sela2 waktu luang, setelah tadi sudah nyiapin makan malam.

    Hmmm… ok, ngomongin racun, saya jadi ingat lagu boyband indonesia yang berjudul racun dunia yang bernama ‘racun cinta’…

    Cari2 di youtube eh ketemunya kok malah ‘racun keong’… xixixixixi…

    • O-O

      Waah… terimakasih kiriman lagu keong racunnya.
      Duuhh… ikut prihatin, semoga cepat sembuh “Eyang yang serba mungkin” dan tidak kambuhan.

  10. Salam komandan,all @
    terjawab ndan,.toxic culturnya,.hhe.tapi masih brsifat didalam saja,blm terkuak luas..
    Mohon perhatikan ndan,.7 hari yg kan datang,dimulai hari ini,..akan ada pembersihan batin2 manusia..zat2 antidot akan disebar merata…
    Kemarin suara lebah berjumlah jutaan yg memberitahuku…
    Rahayu ndan,.aamiiin…

Bila Berkenan, Mohon Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s