Medan Laga.

Medan Laga

Berbagai pertempuran selalu ada di dalam kalbu..

Pertempuran antara hasrat keinginan vs nurani dan etika.

Pertempuran yang terjadi dalam diri biasanya terjadi saat mau mengambil sikap saat ada masalah. Pertempuran paling hebat dalam diri adalah antara “Ya” dan “Tidak”.

Pertempuran diluar diri (mind) tidak sesering pertempuran dalam diri sendiri, tetapi sering melibatkan orang lain/ massal.

Pertempuran diluar lebih beragam jenisnya… Perjuangan untuk makanan… pergulatan mempertahankan sumber kehidupan.. pertempuran untuk harta benda… pertempuran untuk pangkat dan kedudukan… juga berbagai kesenangan lainnya…. dan…. selalu menimbulkan banyak korban luka-luka.. dan kematian… baik di pihak musuh maupun kawan.

Sayangnya… kebanyakan yang menjadi korban adalah orang yang justru tidak punya ambisi penyebab pertempuran.
Kenapa justru yang jadi korban adalah “orang yang tidak tahu apa-apa” ??.

Itu karena mereka tidak mempersiapkan diri jauh-jauh sebelumnya… mereka memang sengaja “diajak” menjelang pertempuran… banyak alasan strategis yang mendasarinya… oleh karena itu…

Diperlukan kecerdasan untuk menilai situasi medan laga… menilai karakter “lawan” maupun “kawan”… agar tidak menjadi “martir” sia-sia.

Salam.

Iklan

9 Komentar

Filed under Uncategorized

9 responses to “Medan Laga.

  1. otak mie

    Salam Hormat Pak Komendan, mbah Wage, kang Nur, Jeng Dewi.
    Mohon maaf, numpang nitip tautan yg mungkin dapat dijadikan tambahan info.
    http://www.paulcraigroberts.org/2012/07/26/syria-washingtons-latest-war-crime/
    http://landdestroyer.blogspot.com/2012/05/syrian-war-prequel.html

  2. om

    Memecah belah negara merdeka yang dianggap punya potensi berbahaya atau akan menjadi pesaing.
    http://www.globalresearch.ca/destroying-a-nation-state-us-saudi-funded-terrorists-sowing-chaos-in-pakistan/5323295

  3. lesungpipi3t

    Salam Pak Komandan..
    Alkisah ada dua kerajaan yang bermusuhan, saling berperang dan menghancurkan, di ceritakan kerajaan ‘B’ akan menyerbu kerajaan ‘A’ dengan kekuatan yang sangat besar sampai-sampai tanah bergetar karena derap langkah pasukan kerajaan ‘B’, mengetahui itu raja menitahkan kepada saya untuk pergi ke istana kerajaan ‘B’, “saya tugaskan kamu, untuk membunuh raja ‘B’ karena pasti penjagaan di sana sedang lemah sebab seluruh pasukannya menuju kesini” dengan segala hormat saya menjalankan perintah raja, benar saja saya dengan mudah menyelinap masuk dan berhasil membunuh/memenggal raja ‘B’ mengetahui raja ‘B’ dibunuh, sang istri/permaisuri murka, mengamuk hingga saya terdesak, beruntung saya bisa lolos dan menghidar pergi dengan cepat (terbang ? Menjadi burung merpati ?) saya lihat mata permaisuri seperti terbakar, penuh amarah dan dendam “hari ini mungkin kau lolos, tapi esok atau lain kehidupan aku pasti mendapatkanmu, aku akan terus memburumu dan anak turunanmu” kata-katanya begitu menusuk, saya gelisah memikirkannya, bersamaan dengan itu dari atas saya melihat iring-iringan pasukan kerajaan “B” yg kembali, masih terlihat sangat banyak, apa yg terjadi ? (Kerajaan “A” kalah ? Hancur ?) Saya semakin gelisah, dalam perjalanan pulang rasa bangga karena berhasil dalam tugas sedikit demi sedikit luntur, benarkah yang saya lakukan ini ? Demi pengabdiankah ? Mengormati junjungan ? Atau hadiah/penghargaan yg akan saya terima ? Sebandingkah dengan menghilangkan nyawa seorang suami (bagi istri/permaisuri), seorang ayah (bagi2 anak2 raja “B”) ataupun seorang pemimpin yg mungkin baik bagi rakyat kerajaan “B” ? Bagaimana nasib keluarga saya disana ?
    Bersambung…..

    Maaf pak komandan saya lg ngelantur..

    • O-O

      Salam Kang Lesungpipi3t.
      Waaaooo…. kiriman tulisan yang sangat menarik….. penuh misteri tapi realistik, kasus problematik dan dilematik.
      Maturnuwun kang Lesung…. kalau berkenan… tulisan akan saya masukkan ke pokok bahasan diatas. Ditunggu lanjutannya kang Lesung.
      Nuwun.

    • lesungpipi3t

      Salam Pak Komandan..
      silahkan pak jika membawa manfa’at.. sebenarnya kelanjutannya saya blm tau hehehe bagi saya sendiri jg masih menjadi misteri, nanti kalau diberi kesempatan untuk mengingatnya pasti saya lanjutkan pak.. matur nuwun..

      • O-O

        Salam Kang Lesungpipi3t.
        Tulisan akang akhirnya saya buat topik tersendiri karena pembahasan dari segi “Humanistik” individu sang prajurit…. juga agar terlihat langsung hasil karya akang.
        Maturnuwun.

Bila Berkenan, Mohon Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s