Siapakah Yang Layak Memimpin ?.

bahtera negara

Hal ini telah lama jadi polemik di dalam & luar negri.

Jawaban kebanyakan dikaitkan dengan profesi tertentu dari “person/individu”. Tokoh dari kalangan profesi militer menganggap bahwa tokoh dari militerlah yang layak karena kepemimpinan memang sudah mendarah-daging dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Demikian pula profesi yang lain, menonjolkan kelebihannya masing-masing dalam bidang kepemimpinan yang digambarkan dalam karikatur dibawah ini (sumber gambar: Google dengan sedikit modifikasi).

kelayakan pemimpin

Pada kenyataannya sampai saat ini hanya karakter individu dan cara memimpin yang ditonjolkan oleh para bakal calon pemimpin maupun para pendukungnya, seperti misalnya … wajah rupawan atau berwibawa, sikap yang mau turun/bergaul dengan kalangan bawah… dll. Belum ada yang bisa menjelaskan kapan dan bagaimana cara sampai di tujuan dengan selamat sentausa. Seperti dalam gambar karikatur, mereka menjual kemampuan memimpin, kemampuan berbisnis, kemampuan/perhatian atau sikap/cara keibuan dll.

leader 1

leader 2

leader 3

leader 4

leader 5

leader 6

Hal yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak(buah) adalah kebaikan dan perhatian dari bapak/ibu (kepala/pemimpin)nya…. serta penghargaan yang sesuai dengan apa yang telah dilakukan, kelihatannya hal ini sangat mudah untuk dilakukan untuk ruang-lingkup yang kecil (misalnya di keluarga) tetapi menjadi masalah besar yang sangat sulit dilakukan bila ruang-lingkupnya sebesar dan seluas NKRI. Sebagai contoh, hanya sekedar mengunjungi desa/kelurahan seluruh wilayah NKRI diperlukan waktu 216,6 tahun (79.075 kelurahan/desa, bila rata-rata waktu kunjungan ke tiap desa sampai tingkat RT selama 1 hari saja). Oleh karena itu maka kemakmuran lebih banyak dinikmati warga di sekitar ibukota setiap negara/kerajaan karena disitu tinggal kepala negara/raja dan semakin jauh dari pusat negara maka semakin buruk kesejahteraannya, hal ini sudah terbukti sejak dulu kala dari catatan sejarah.

Secara garis besar, gambar dibawah ini adalah “berbagai kebutuhan hidup manusia”

(copas dari http://republikimpian.wordpress.com/2013/03/30/upaya-dan-sarana-kehidupan/ ).

Upaya & Sarana Kehidupan

Dari catatan sejarah pula kita belajar bahwa suatu kerajaan/bangsa akan mengalami masa kejayaan dan masa keruntuhan karena pergantian pemimpinnya. Peribahasa mengatakan bahwa lain kepala lain pula isinya maka tidak akan ada kontinuitas kebijakan. Oleh karena itulah maka pemimpin yang baik adalah bukan “Person/Individu” tetapi “Aturan Main/Hukum”, setiap warganegara termasuk petugas/aparat harus mentaati “Hukum” yang telah disepakati bersama. Apabila melanggar berarti tidak mentaati “Pemimpinnya” maka bila hal ini terjadi sudah wajarlah bila negara tersebut akan terpuruk.

Kesimpulan: Pemimpin yang layak adalah Hukum yang berpihak pada rakyat/ warganegara, berpihak pada kebenaran dan kebaikan serta berkeadilan tanpa perbedaan, yang mengatur penghargaan yang layak buat warganegara berprestasi, warganegara yang patuh dan taat, memberikan kemudahan pada warganegara yang mengalami hambatan fisik dan mental dan bukan hanya memberikan ancaman hukuman saja.

Nuwun.

Wakkkkkk….. Penonton Kuciwa…. maap…maap.

Sayangnya…. banyak yang menganggap hukum hanyalah aturan yang tertulis di atas kertas meskipun dicatat dalam Lembaran Negara. Sering terjadi nepotisme-kolusi antara pelanggar hukum dan aparat penegak hukum, hal seperti inipun juga terjadi di negara luar seperti dalam karikatur dibawah ini.

nepotisme, kolusi pelanggar dg penegak hukum

So….. Pemimpin yang layak adalah seseorang yang mampu menegakkan hukum di atas segalanya.

Tahapan yang harus dilewati agar terbentuk “Negara Hukum” berdasarkan urutan dari depan kebelakang sesuai latar belakang dan pertanyaan masalah sebagai berikut:

1. Fakta, banyak terjadi pelanggaran hukum oleh rakyat kecil sampai orang besar bahkan aparat birokrasi maupun penegak hukum. Pertanyaannya adalah, apa latar-belakang timbulnya hal ini? Jawabannya adalah mungkin karena karakter para pelaku pelanggar hukum ini yang jelek, atau hukum yang sudah ada tidak berpihak pada rakyat kecil dan tidak ada kesetaraan keadilan, atau hukum yang ada menyebabkan multi tafsir (makna ganda) dan ada celah-celah untuk dimanfaatkan/diselewengkan untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu. Pemecahan masalah ini tentunya… revisi hukum perundang-undangan yang tidak sesuai dengan tujuan pendirian negara, pendidikan karakter mulia dan pemilihan aparat yang mempunyai karakter baik serta memecat yang berkarakter buruk.

2. Lalu….. siapa yang mau merevisi sistem hukum dan perundang-undangan?. Tentunya…. kepala negara bersama Perwakilan Rakyat (MPR, DPR).

3. Lalu….. siapa yang memilih kepala negara dan anggota perwakilan rakyat?…. Nah…. ini baru peran kita yang sebenarnya.

So….. masih perlu tahapan yang berjenjang dan lama…. bikin pusing bila kita mikir negara…. and so….. enjoy aja, mikir yg di dekat-dekat saja.

Sedikit bekal untuk melihat kepantasan pemimpin adalah dengan cara melihat 3 unsur yaitu Knowledge, Attitude, Practice (biasanya disingkat sebagai KAP) dari bidang keilmuan yang dikuasai oleh calon pemimpin. Bidang keilmuan yang berkaitan dengan kepemimpinan negara adalah ilmu kepemimpinan (Leadership), ilmu management organisasi dan tatalaksana (Ortala) pemerintahan, Ilmu management Sumber Daya Manusia dan Alam, ilmu pertahanan nasional (hannas), management industri dan perusahaan, ilmu sosial kemasyarakatan serta ilmu kependidikan.

tri sula weda

Sebenarnya, hal yang paling mendasar sebelum menentukan siapakah sosok yang layak memimpin adalah menjawab pertanyaan berikut: Apakah pemimpin masih diperlukan? buat apa/ peran apa yang kita harapkan dari seorang pemimpin? Sepertinya kita memerlukan model kepemimpinan yang baru dan sesuai jaman kini, selanjutnya akan dibahas di https://leadershipprincipal.wordpress.com/2013/07/06/sang-pembaharu/.

Godaan yang akan dihadapi oleh para pemimpin.

Godaan

Para calon pemimpin yang layak jadi pemimpin adalah seseorang yang mempunyai karakter personalitas (the Big Five Factors) tinggi.

https://leadershipprincipal.wordpress.com/2012/10/31/personality/

Juga mempunyai kegigihan mental yang luar biasa tinggi.

https://leadershipprincipal.wordpress.com/2012/11/01/kegigihan/

Disitulah peranan sifat karakter dalam proses kepemimpinan.

https://leadershipprincipal.wordpress.com/2012/10/31/leaders-the-role-of-personal-traits/

183 Komentar

by | 15/06/2013 · 11:47 pm

183 responses to “Siapakah Yang Layak Memimpin ?.

  1. fantastic put up, very informative. I’m wondering why the opposite specialists of this sector don’t realize this.

    You should proceed your writing. I’m sure, you’ve a great readers’ base already!

  2. I do not even know how I ended up here, but I believed this submit was great. I really don’t know who you are but undoubtedly you are heading to a famous blogger if you are not currently ) Cheers!

  3. You have observed extremely fascinating details ! ps decent website.

  4. Appreciate it for this post, I am a big big fan of this internet site would like to continue updated.

  5. Siapakah Yang Layak Memimpin ?. | “Pagelaran Kloso Bedah”

  6. hoactentyteaf

    Hello. And Bye. http://google.com

  7. omie

    Salam ndan, simbah Wager, dan para rekan pengunjng.
    Weeh… baru baca topik ini … sekedar saran ndan, sebaiknya pada kolom disamping dibuatkan daftar isi yg dilengkapi tautannya agar mudah pencariannya.

    Bahasan topik ini sangat menarik dan saya sependapat dg kesimpulannya:
    “Kesimpulan: Pemimpin yang layak adalah Hukum yang berpihak pada rakyat/ warganegara, berpihak pada kebenaran dan kebaikan serta berkeadilan tanpa perbedaan, yang mengatur penghargaan yang layak buat warganegara berprestasi, warganegara yang patuh dan taat, memberikan kemudahan pada warganegara yang mengalami hambatan fisik dan mental dan bukan hanya memberikan ancaman hukuman saja.”

    Tetapi … maaf… kok ada tambahan setelah kesimpulan sehingga mengaburkan kesimpulan yg telah diambil sebelumnya.

    Mohon maaf ndan, hanya sekedar saran.

  8. omie

    Tambahan saran ndan.
    Gambar tentang kasus kejahatan (penodongan) dan pemrosesannya sampai pengadilannya…. mmm… sebaiknya dipindahkan ke dalam topik karikatur.
    Gambar trisula weda (KAP) beserta penjelasannya dipindahkan ke topik “Satrio Piningit, rumah dan karakternya”.
    Gambar godaan pemimpin dan penjelasannya dipindahkan ke alinea sebelum kesimpulan sebagai latar-belakang kelemahan individu/ orang yg jadi pemimpin sehingga melupakan fungsi pokoknya sebagai pemimpin yg “ngayomi kawulo” karena terpesona keindahan “tahta, harta dan wanita”.
    Maaf ndan.

    • omie

      Hehe… maaf … ada tambahan saran lagi.
      Gambar tentang berbagai model kepemimpinan terlalu banyak, sebaiknya semuanya dipindahkan ke topik karikatur dan di tempat/ posisi gambar cukup digantikan dengan link/ tautan lokasi baru gambar tsb.

  9. omie

    Salam komendan, simbah Wagerrr dan pro sokabat.
    Menindak-lanjuti komentar diatas bahwa Pemimpin yang layak adalah Hukum yang berpihak pada rakyat/ warganegara, berpihak pada kebenaran dan kebaikan serta berkeadilan tanpa perbedaan, serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
    Dari kesimpulan topik diatas bahwa wujud pemimpin berupa produk hukum.
    Apakah sebuah produk hukum bisa disebut sebagai pemimpin? Tentu bisa, alasan tentang hal ini ada dalam komentar di https://leadershipprincipal.wordpress.com/2012/10/07/satrio-piningit-special-posting/comment-page-2/#comment-3643
    Analisis selanjutnya adalah produk hukum yg manakah yang menjadi dasar produk hukum yang lainnya? Tentu jawabnya adalah UUD45 yang tercantum dalam pasal 33.
    So…. UUD45 adalah “leader”(pemimpin/ acuan/ sumber segala sumber hukum) dari produk hukum selanjutnya yang selanjutnya.

  10. Greatest fighter toasts ought to entertain and supply prize on your couples. Initially audio system next to obnoxious crowd would be wise to comprehend 1 specific gold colored strategy as to public speaking, which is individual interests self. finest man jokes

Bila Berkenan, Mohon Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s