Kemiskinan, Musuh Terbesar Kita.

kemiskinan1

Perang Nyata di Negara Berkembang Saat ini.

Di copas dari http://republikimpian.wordpress.com/2013/03/30/the-real-war-in-developing-countries/

The Real War
kemiskinan2
kemiskinan3

Kemiskinan 4
kemiskinan4a

Teori kemiskinan ke 1: adalah sekumpulan pendapat beragam yang berfokus pada individu masing-masing bertanggung jawab terhadap situasi kemiskinan mereka.
Biasanya, politikus konservatif menyalahkan individu dalam menciptakan kemiskinannya sendiri, dan berpendapat bahwa dengan pilihan yang lebih baik dan kerja keras maka kemiskinan mereka bisa dihindari /diperbaiki.

Variasi lain dari teori ini adalah menganggap kemiskinan karena kurangnya kualitas genetik, misalnya kecerdasan yg kurang.
Doktrin agama yang menyamakan antara kekayaan dengan kasih karunia Tuhan, sehingga orang buta-lumpuh-cacat diyakini dihukum Tuhan karena dosa mereka atau dosa orang tua mereka.

Ada pendapat kritis membahas kemiskinan sebagai “moral perspektif” bahwa kaum miskin “menderita” karena mereka memang harus menderita akibat kegagalan moral mereka. Mereka layak tinggal di neraka saat ada di bumi.
Dengan munculnya konsep kecerdasan diwariskan dalam abad ke-19, merasionalisasi kemiskinan bagi mereka yang ternyata memiliki kemampuan yang terbatas.
Ironisnya, ekonomi neo-klasik memperkuat pendapat bahwa sumber kemiskinan adalah individu itu sendiri.

“Kasarnya, salahnya sendiri jadi orang miskin”

kemiskinan4c

Teori kedua, akar kemiskinan penyebabnya adalah “Budaya Kemiskinan”. Teori ini dikaitkan dengan teori individual kemiskinan atau teori-teori lain yang senada. Teori ini menunjukkan bahwa kemiskinan diciptakan oleh transmisi dari generasi ke generasi dari serangkaian keyakinan, nilai, dan keterampilan sosial lingkungannya tetapi diperoleh secara individual. Individu tidak selalu disalahkan karena mereka adalah korban dari disfungsional subkultur atau budaya. Sosiolog Amerika telah lama mengamati subkultur imigran yang kaya dan berkuasa dibandingkan penduduk ghetto yg asli. Budaya adalah dihasilkan oleh lingkungan sosial yang diabadikan, mencerminkan interaksi individu dan masyarakat. Hal ini membuat “budaya kemiskinan” teori ini berbeda dengan teori “individu” yang menghubungkan kemiskinan secara eksplisit dengan kemampuan individual dan motivasi. Secara teknis, budaya kemiskinan adalah subkultur masyarakat asli yang miskin di ghetto, daerah miskin, atau konteks sosial di mana mereka mengembangkan satu set keyakinan bersama, nilai-nilai dan norma-norma untuk perilaku yang terpisah tetapi tertanam dalam budaya utama masyarakat.

“Kasarnya, kemiskinan karena keturunan orang miskin dan tinggal di lingkungan orang miskin”.

kemiskinan4f

Teori ke 3: Teori pertama adalah teori kemiskinan “individualistik” yg dianjurkan oleh pemikir konservatif dan yang kedua adalah pendekatan budaya liberal, yang ketiga adalah teori sosial yang progresif. Teori ini tidak pada individu sebagai sumber kemiskinan, tetapi sistem ekonomi, politik, dan sosial yang menyebabkan orang memiliki kesempatan dan sumber daya terbatas yang dapat digunakan untuk mencapai pendapatan dan kesejahteraan. Para intelektual sosial abad ke-19 menolak teori kemiskinan individual dengan menjelajahi bagaimana sistem sosial dan ekonomi mengesampingkan dan menciptakan situasi kemiskinan individu. Ada pengamat menunjukkan bagaimana sistem ekonomi kapitalisme menciptakan ”pengangguran cadangan ” sebagai strategi jitu untuk menjaga agar upah tetap rendah. Diskriminasi dipisahkan berdasar keterampilan dalam satu daerah dg lainnya, mendefinisikan peluang yang dimediasi secara sosial.

kemiskinan4h

Teori ke 4. Kemiskinan Disebabkan oleh Perbedaan Geografis Teori kemiskinan berbasis geografis membangun teori berdasar fakta bahwa orang, lembaga, dan budaya di daerah tertentu kekurangan sumber daya guna mencapai tujuan yang diperlukan untuk menghasilkan kesejahteraan dan pendapatan, dan mereka tidak memiliki kekuatan untuk mengklaim distribusinya. Penjelasan terbaru termasuk pengurangan investasi, kedekatan dengan sumber daya alam, kepadatan, difusi inovasi, dan faktor lainnya (Morrill & Wohlenberg, 1971:57-64).
Satu perspektif teoritis konsentrasi spasial kemiskinan berasal dari teori konglomerasi ekonomi. Biasanya digunakan untuk menjelaskan munculnya kluster industri yang kuat (Bradshaw, Raja, dan Wahlstrom, 1998) konglomerasi menunjukkan bagaimana keakraban perusahaan sejenis menarik layanan dukungan dan pasar, yang selanjutnya menarik lebih banyak perusahaan. Pada kebalikannya, keakraban kemiskinan dan kondisi yang menyebabkan kemiskinan atau konsekuensi dari kemiskinan (kejahatan dan pelayanan sosial-sarana yg tidak memadai) menghasilkan lebih banyak kemiskinan, sementara daerah lain yang lebih kompetitif menarik cluster bisnis menjauh dari masyarakat miskin sehingga harga perumahan jatuh di lokasi tersebut maka menarik lebih banyak orang miskin, menyebabkan investasi perumahan menurun sehingga meninggalkan daerah yang kurang menarik.

Sebuah wawasan teoritis kedua adalah teori tempat terpusat yg terkait “ekologi manusia”, pertumbuhan perkotaan dapat terlacak dari arus pengetahuan dan modal (Sosiologis Masyarakat Pedesaan, 1990:71-74). Niles Hansen (1970) menunjukkan, daerah pedesaan sering jadi perhentian terakhir dari teknologi, upah rendah dan harga yang kompetitif, kurangnya infrastruktur yang memungkinkan pengembangan sumber daya manusia membatasi kegiatan ekonomi. Daerah tertinggal (Lyson dan Falk, 1992) mengalami kendala terbesar dalam restrukturisasi ekonomi sehingga penduduknya meninggalkan daerah tersebut. Sebuah literatur menyatakan bahwa daerah yg menguntungkan berdiri tumbuh lebih cepat dari daerah tertinggal meskipun dalam periode pertumbuhan ekonomi yg sulit (Sociologi Masyarakat Pedesaan, 1990: 114-119).
Perspektif ketiga melibatkan migrasi keluar selektif. Menurut Wilson, The Truly Disadvantaged (1987) menyatakan bahwa orang-orang dari daerah miskin yg berpendidikan tinggi, punya keterampilan, berpandangan luas, dan punya peluang besar adalah orang-orang yang bermigrasi keluar ke kota atau tempat lain. Selain itu, orang-orang yg bermigrasi ini adalah orang terbaik yg menjadi teladan atau tokoh di masyarakatnya.

kemiskinan4j

Teori ke 5. Kemiskinan disebabkan oleh akumulasi lingkaran ketergantungan. Empat teori sebelumnya telah menunjukkan kompleksitas sumber kemiskinan. Teori ini membahas hal yang paling kompleks membentuk tingkatan dari masing-masing komponen yang terlibat pada individu dan komunitasnya sehingga terjebak dalam spiral lingkaran masalah sehingga menutup peluang serta menciptakan satu set kumulatif masalah yang membuat solusi efektif hampir mustahil dilaksanakan (Bradshaw, 2000). Penjelasan misalnya, individu yang tidak memiliki sumber daya untuk berpartisipasi dalam ekonomi membuat ekonomi lebih sulit karena pajak yang dibayarnya sangat sedikit atau bahkan tak ada sama sekali, teori ini dari Myrdal (1957:23) yang mengembangkan teori “saling mengunci, melingkar, saling ketergantungan dalam proses sebab-akibat secara kumulatif” yang membantu menjelaskan keterbelakangan ekonomi dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat terkait erat dalam kaskade konsekuensi negatif sehingga saling ketergantungan antar faktor ini menciptakan kemiskinan yang sulit diatasi.

Siklus kemiskinan didefinisikan secara jelas dalam sebuah buku tentang pendidikan pedesaan oleh jonathan sher (1977) di mana fokusnya adalah pada siklus di mana pendidikan dan pekerjaan di tingkat masyarakat dan individu yang berinteraksi menciptakan spiral penurunan investasi dibandingkan dengan masyarakat yang memajukan faktor yang sama tetapi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan kesejahteraan. Misalnya, di tingkat masyarakat,kurangnya kesempatan kerja menyebabkan migrasi keluar, menutup toko ritel, dan penurunan pendapatan pajak daerah, yang mengarah ke kemerosotan sekolah sehingga jumlah pekerja terlatih semakin turun maka perusahaan besar tidak dapat memanfaatkan teknologi mutakhir dan ketidakmampuan untuk merekrut perusahaan baru membuka usaha ke daerah tersebut sehingga peluang mendapatkan pekerjaan di daerah tersebut makin kecil.
Kurangnya pekerjaan menyebabkan kurangnya konsumsi dan pengeluaran karena pendapatan yang tidak memadai, dan tabungan tidak memadai, yang berarti bahwa individu tidak bisa berinvestasi dalam pelatihan, dan individu juga tidak memiliki kemampuan untuk berinvestasi dalam bisnis atau memulai bisnis mereka sendiri, yang mengarah kurangnya ekspansi, erosi pasar,dan penarikan investasi, yang semuanya memberikan kontribusi kembali ke komunitas yang semakin kurang memadai peluangnya. Belum lagi ditambah masalah kesehatan dan ketidakmampuan untuk membeli obat, pencegahan sakit, diet yang baik, dan lingkungan hidup sehat semakin menurun menjadi alasan jatuhnya kemiskinan semakin jauh ke belakang. Siklus kemiskinan juga berarti bahwa orang yang kekurangan banyak mendapatkan kegagalan untuk berinvestasi dalam pendidikan anak-anak mereka,anak-anak tidak belajar dengan baik, sekolah-sekolah berkualitas buruk dan mereka semakin jatuh peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan serta mereka juga rentan terhadap penyakit dan perawatan medis.

Tingkat ketiga dari siklus kemiskinan teori ini adalah perspektif bahwa kurangnya individu atas pekerjaan dan pendapatan akan membawa memburuknya kepercayaan diri, motivasi lemah, dan depresi. Masalah psikologis individu diperkuat oleh kumpulan dengan orang lain sehingga mengarah ke budaya putus asa, mungkin budaya kemiskinan dalam kondisi tertentu. Di masyarakat seperti ini budaya keputusasaan mempengaruhi pula pemimpinnya juga, menghasilkan rasa putus asa dan fatalisme di kalangan tokoh masyarakat. Uraian singkat diatas dari siklus kemiskinan menggabungkan banyak teori sebelumnya. itu menunjukkan bagaimana orang menjadi semakin terperosok dalam konteks sosial mereka yang kemudian mempengaruhi kemampuan psikologis pada tingkat individu dan berbagai faktor struktural dan politik dalam teori siklus saling mempengaruhi dengan faktor ekonomi terkait dengan masyarakat dan variabel politik dan sosial.

rumah tong sampah
manusia gerobak
manusia gerobak2
world hunger map 2011

Faktor penyebab kemiskinan sangat rumit serta berhubungan satu dengan yang lainnya. Bagaimanakah cara mengatasinya? Tentunya adalah menemukan pemimpin yang tepat. Seperti apakah pemimpin yang layak itu? selanjutnya akan dibahas di halaman https://leadershipprincipal.wordpress.com/2013/06/15/siapakah-yang-layak-memimpin/

Kepemimpinan model bagaimanakah yang paling tepat saat ini? Hal ini akan dibahas di https://leadershipprincipal.wordpress.com/2013/07/06/sang-pembaharu/

Sektor manakah yang kira-kira akan diperbaiki? Selanjutnya dibahas di https://leadershipprincipal.wordpress.com/2013/07/07/pasar/

.

Iklan

65 Komentar

Filed under Uncategorized

65 responses to “Kemiskinan, Musuh Terbesar Kita.

  1. pelayan

    Salam komendan dan porosepuh….

    dowoe ndan bacaane…mumet aku mocoe… 😀

    Kalau menurut pendapat pribadi sih….kemiskinan hati yang menjadi musuh terbesar kita….seandainya bangsa ini kaya hatinya, walaupun hidupnya kekurangan materi, dia akan merasa cukup karena udah merasa kaya dari dalam dirinya….tapi walaupun dia hidup bergelimang materi, kalau hatinya masih miskin, maka dia akan merasa kurang terus….walhasil terciptalah negeri dgn nomer satu korupsinya….seharusnya yg kaya sadar bahwa dalam hartanya ada hak orang lain yg membutuhkan, dan yang miskin bersabar dengan kemiskinannya….rindu suasana dimana suatu saat nanti sikaya akan kesulitan untuk menyalurkan zakat infaq shodaqohnya dikarenakan kesulitan mencari org yg mau menerimanya dikarenakan semua orang sudah merasa cukup dgn harta yg dimilikinya….

    suwun….

    • KK

      Salam kang Pelayan 😀

      Wajar aja Kang, lah wong difasilitasi dan diizinkan. Segala fasilitas dan izin inilah yang harus diberesi biar mereka sadar kalau uang itu harus digunakan untuk hal-hal yang Tuhan ridhai. Seorang anak dikasih uang Rp. 10.000 tentu buat beli sesuatu yang ia suka. Jika didekatnya ada tukang permen tentu ia mau beli permen, jika didekatnya ada tukang ice cream tentu ia mau beli es krim, mana ada kepikiran diotaknya uang itu untuk beli buku yang justru bisa membuatnya tambah pintar. Toh kalo gak makan perpen atau ice cream gak akan membuatnya mati, sebab permen dan ice cream itu cuma untuk kesenangan, bukan kebutuhan utama. Kalo anak itu sampe kecanduan tentu jadi masalah. Ortunya kewalahan juga ngasih uang jajan terus. Coba kalo anak itu beli buku dan tambah pintar, tidak mustahil anak itu justru bisa bantu keuangan ortu dengan tanpa kehilangan masa kecilnya. Itu kalo anaknya satu, kalo anaknya 12 gimana coba? Berapa buah buku yang harus ortu tanggung biar mereka jadi pintar. Itu juga kalo ortunya sanggup, kalo gak sanggup ya gak beli buku. Modo amat mau pintar kek mau enggak kek, salah sendiri gak mo beli buku. Ortu dah puyeng adik kakak ribut siram air 😀

      Nah, jika kita sebagai orang tua bagaimana seharusnya bersikap terhadap anak-anaknya yang doyan jajan model begitu? Sebab, kata dokter jajan sembarangan itu gak bagus buat kesehatan. Maklum jajanan yang bisa bikin penyakit memang bertebaran dimana-mana.

      • pelayan

        Salam kang KK….

        mohon dimaafkan karena saya kurang mengerti aka bingung mencoba mencari hubungan antara studi kasus akang dgn artikel kemiskinan komendan….mohon dijelaskan….

        tapi untuk pertanyaan terakhir, saya mencoba sebisa mungkin untuk bisa ikut menjawab…..untuk menghadapi anak model begitu, biasanya kita bikin dia kenyang dirumah….kita sediakan bekal makanan yg cukup dari rumah untuk dibawa kesekolah….kita latih dia menabung sejak kecil….kita latih dia berbagi dan peduli dgn sesama sejak kecil….dan yg terpenting kita beri pelajaran akhlak budi pekerti langsung dgn perbuatan kita sebagai orang tuanya sehari2….dan yg lebih penting lagi, kita berikan dia kebutuhan hidup dari rejeki yg halal dan baik….insya Allah dia akan jadi anak yg sholeh….semoga jawaban saya sesuai dgn jawaban yg ada dalam pikiran akang….suwun….

  2. o-o

    Salam Kang Pelayan… hehehe… maap… bukan mau bikin pusing… cuma mau nunjukin orang pinter dinegri makmurpun juga pusing. Btw saya sependapat dg akang sesuai pula dengan definisi kemiskinan menurut DR Marilyn Kaff + DR Mary Devin (dlm gambar diatas).
    Salam Kang KK….. memang setiap anak berbeda pertumbuhan dan perkembangannya… ada yg suka jajan dan ada yg seneng nabung.

    • pelayan

      hehehe…kalo panjang bahasa ibu sih mending kang….lha kalo itu udah panjang, mengernyitkan dahi, sambil menterjemahkan terus ngulangi lagi supaya paham maksudnya….hadehhh….kalo umur masih 17 tahun sih hayo aja…. 😀

      • o-o

        Wakkkkk…. kata dokter… kalau otak kita asah terus… bisa mencegah kepikunan. Hehe… OK … kang ntar tak bikin ringkasannya… disisipkan disitu.
        Suwun kang.

  3. budi

    tapi untuk pertanyaan terakhir, saya mencoba sebisa mungkin untuk bisa ikut menjawab…..untuk menghadapi anak model begitu, biasanya kita bikin dia kenyang dirumah….kita sediakan bekal makanan yg cukup dari rumah untuk dibawa kesekolah….kita latih dia menabung sejak kecil….kita latih dia berbagi dan peduli dgn sesama sejak kecil….dan yg terpenting kita beri pelajaran akhlak budi pekerti langsung dgn perbuatan kita sebagai orang tuanya sehari2….dan yg lebih penting lagi, kita berikan dia kebutuhan hidup dari rejeki yg halal dan baik….insya Allah dia akan jadi anak yg sholeh….semoga jawaban saya sesuai dgn jawaban yg ada dalam pikiran akang….suwun….
    ——————————————–

    kalau di ringkas menjadi:

    mengenalkan arti sesungguhnya tentang tanggungjawab pribadi baik secara spiritual maupun duniawi dengan kebijakan tertentu sesuai dengan perkembangan usia mereka.

  4. js

    Selamat pagi….salam hormat…..

    Kemiskinan mungkin keadaan yang sudah diwariskan dari para pendahulunya…begitu pula dengan kekayaan……dan yang paling jelas dan normal , orang miskin ingin berubah menjadi lebih baik dari keadaan semula….naik kelas menjadi tidak terlalu miskin…maka siapa saja yang mampu untuk merubah dan memberikan jalan keluar atau pemikiran untuk itu…selain diri pribadinya dan juga keluarganya lalu siapa lagi ??……itu artinya diri pribadinya / keluarga dan kita semua / masyarakat / negara yang merasa mampu wajib untuk membantu atau mencarikan jalan keluarnya…..demi keadilan dalam hidup dan demi kebahagiaan yang seharusnya juga diterima oleh mereka yang miskin….

    Kalau para miskin masih ada di masyarakat atau negara maka sudah sewajibnya masyarakat atau negara mengentas mereka dengan cara gotong royong…. menciptakan lapangan pekerjaan…….mendidik mengarahkan dan memberikan keahlian 1 bidang saja sudah cukup sebagai cara mendapatkan rejeki……

    Apa seharusnya yang dilakukan atau yang disadari oleh 2 kelompok yang berbeda ini…..antara si kaya dan si miskin….si pandai cerdas dengan yang bodoh…..siapa yang telah sadar dengan keadaan kaya cerdas nya atau sadar dengan kebodohan dan miskinnya …..mengakui bahwa dirinya sudah kaya….mengakui bahwa dirinya adalah miskin…..lalu apa yang harus dilakukan oleh keduanya itu…..siapa yang seharusnya mengulurkan tangan lebih dahulu …..dengan tangan dibawah atau diatas ???…..
    Siapa yang seharusnya datang dan melangkah lebih dahulu untuk berjabat tangan….tangan yang saling menggenggam dan bahkan berangkulan…seperti saudara sendiri yang sudah lama berpisah dan bertemu kembali ….

    Logika pikir dan hukum alam / sunatullah….sifat adil…kasih…sayang………yang kuat wajib menolong yang lemah…bukan malah menindasnya…..yang kaya dan cerdas seharusnya berbagi dan mengajarkan sebagian ilmu manfaat dan bukan memperbudak atau me “plokoto ” ………

    Kekayaan kecerdasan kemampuan adalah amanah dan anugrah dari Tuhan….si miskin dan bodoh bisa saja atau mungkin sedang diuji untuk diri pribadinya……sebagai penguji untuk mereka yang sudah cerdas dan kaya……penguji bagi saudara / keluarganya sendiri…………. penguji untuk….. kami…kita ..mereka….masyarakat atau negara ini……

    Maka moral..hati sanubari …logika pikir kecerdasan yang apa dan bagaimana kita kita ini ….ketika kita melihat dan merasakan kehidupan di negeri NKRI yang kita cintai ini …..sebagai manusia yang dilebihkan atau dilemahkan diantara yang lain……di tempat NEGERI dengan TANAH yang KAYA dan SUBUR…. ??………..Nuwun

    • pelayan

      Salam romo JS….

      Emang bener romo….yang bisa mengubah nasib suatu kaum, yah kaum itu sendiri….selama ada kemauan pasti ada jalan…yang penting tidak berhenti berusaha dan berdoa….hasil sudah ada yang menentukan….

      Dan sebenernya kaya atau miskin materi itu tidak tergantung dari pintar atau bodohnya seseorang….coba perhatikan, ada yang dulunya sekolah biasa2 saja bahkan dibilang bodoh, bahkan sekolah cuman sampai SD bisa jadi pengusaha kaya…dan sebaliknya dulunya pintar, juara sekolah, nilai ujian nasionalnya tinggi, begitu dewasa hidupnya masih serba kekurangan…..karena kata orang dulu kalau sudah rejekinya tidak akan tertukar ke orang lain, yang penting kita mau berusaha semaksimal mungkin…. 😀

      • o-o

        Salam Kang Pelayan… hmmm… betul pula pendapat akang Pelayan, yaitu teori ke 1 yang digabung dg teori ke 2.
        Tentang “Bodoh atau Pintar” saat di sekolah… itu hanya dari segi “penilaian kecerdasan intelektual”… padahal, kecerdasan emosional lebih berperan dalam keberhasilan sosial-ekonomi seseorang…. seseorang yg mempunyai kecerdasan emosional tinggi… akan disenangi kawan dan disegani lawan kalau ada… yg justru biasanya tak punya musuh/lawan…. so banyak temen-banyak rejeki 🙂
        Salam Cak JS…. betul pendapat cacak… ini mengacu pada teori ke 5 yaitu gabungan semua teori.
        Salam Kang GP, Kang Nur….. bagaimana pendapat akang.
        Nuwun.

  5. Salam kang komandan,kang js,kang pelayan,kang gp,kang kk,kang budi,dll @

    salut sm artikelnya,.juga sudut pandang kang pelayan,komandan,kang js…

    Rasa2nya apa yg mau diutarakan,seperti sudah ada sm komentar kang pelayan,jg komentar kang js…

    Rahayu…

  6. gp

    Salam sedoyo,

    Romo yg satu ini kalau menulis memang selalu bikin nggrantes ning ati… mengharukan…

    Menurut orang2 dulu yg namanya rejeki ada pengaruh dr gen dan sy kira kecerdasan juga.
    Pepatah “balungan gajah” menunjukkan bahwa dr nenek dulu sdh kaya raya atau cerdas dan menurun sampai entah berapa generasi.

    Sebaliknya ada keturunan yg sama malah dapat jeleknya saja… entah rejekinya seret ataupun bodohnya tdk ketulungan atau biasanya dapat dua2nya.
    Itu kata orang dan sepertinya kalau sy perhatikan ada benarnya juga…

    Rejeki masih bisa kita upayakan asalkan masih mau berusaha dan pada titik tertentu akhirnya sampai pada satu kesimpulan bahwa ternyata rejeki kita memang seret atau mungkin malah kelebihan.

    Otak bodohpun mungkin masih bisa kita netralisir umpamanya dg mengambil satu keahlian tertentu yg kalau bisa sesuai dg kesenangan kita supaya hati kita tidak terlalu nelongso… mau jadi penyanyi ndangdut kek.., tambal ban kek… pns kek…, tni kek… dll… biar miskin yg penting hepi ati tentrem entah penghasilan cukup atau tidak.

    Tapi dibalik itu semua pasti ada hikmah tersembunyi yg kita kadang tidak tahu kalau kita tidak menggali dan mengamatinya secara cermat.
    Tuhan tidak sia2 menciptakan manusia miskin dan atau bodoh… pasti ada gunanya.

  7. o-o

    Salam Kang Nur… betul kang Nur…. eee… tapi sapa tahu ada yg punya teori baru orisinal Indonesia… istilah kini… kebijaksanaan lokal.
    Salam Kang GP….hehe… ingat guyonan orang tua zaman dulu… kalau kita miskin, orang tua kita miskin dan kakek nenek kita juga miskin…. istilahnya “katutan balung kere”…. sambil ketawa ngakak tanpa ada yg merasa tersinggung… karena meski miskin masih bisa bersyukur sambil mentertawai diri sendiri… seperti motto blog abal-abal kang Wager.
    Nuwun.

  8. Salam kang gp,komandan,dll @
    memang darah yg mengalir tdk bisa dibohongi,.tapi menurut sy bisa diputus mata rantainya..
    Sm sprti dosa turunan,(kalau gak boleh bilang dosa turunan, yah efek dari ksalahan orang tua).sy pernah punya pengalaman..itu bisa diputus… Apalagi utk keturunan ke-7..itu bisa selesai,.bahkan bs membalikkan keadaan…

    Kaya itu kaya hati..
    Sukses itu punya 1000 cara,utk 1001 masalah…

    Rahayu…

    • O-O

      Hehehe… kaya hati …. itulah yg terjadi pada orang yg mempunyai kecerdasan emosional (EQ) tinggi…. itu modal untuk kaya dunia akhirat.
      Maap… mungkin angkanya kebalik kang Nur… Sukses itu punya 1001 cara untuk memecahkan 1000 masalah… jadi masih punya cadangan 1 cara lagi… 😆 Nuwun.

      • gp

        Salam kang ABR dan kang Nur,

        Itulah kang, mudah2an kedepan masy indonesia tdk ada lagi yg katutan balung kere tapi balungan gajah semua kan mercusuar dunia hehe… Amin.
        Sekalian pamit ndlosor kang dan selamat ronda…

        @kang Nur,
        Hebat kang Nur bisa mutus rantai itu, ditempat sy ombyokan kang dan tidak berdaya… nunggu nasib baik saja mungkin.

      • o-o

        Sumonggo Kang GP, Selamat istirahat. Amin…. bukan cuman balung gajah kang… tapi balung nogoro.
        Tentang kang Nur yg telah berhasil memutus rantai bawaan…. kang Nur menggunakan teknik solusi teori yg ke 4 yaitu hijrah ke JKT…. hehehe… betul kang Nur?

  9. Salam komandan,kang gp,poro sepuh sedulur semua @

    komandan @ versinya terbalik Dan,.tp,memang enak yg itu,posisi aman..
    hhe,.
    betul itu Dan,hijrah itu penting…

    Kang gp @ bukan sy mutus kang gp,..tapi dirinya masing2 yg bisa…sy hanya ngasah mata kampaknya saja kang…

  10. js

    Salam hormat…..selamat pagi …..Mas ABR….Mas GP…Mas Nur…Mas Pelayan…Mas OM…sedoyo poropinter…….

    Berbicara tentang balung….waaah…ada istilah kata sebutan ” balungan omah ” “…..kayu penyangga untuk rumah jaman dulu…..dengan balok kayu besar dan biasanya dari kayu jati……

    Sepertinya negeri NKRI ibarat rumah besar yang didirikan dengan ” kayu jati “….kayu jati yang diplesetkan atau disanepankan menjadi simbol sanepan ajaran atau pelajaran penting dan mendasar….” kayu jati ” / kajeng jati yang bermaksud kekajengan / kekarepan / tujuan / harapan yang sejati….kekarepan atau tujuan hidup yang sebenarnya…..apakah pelajaran maksud dan tujuan hidup ??…maka itu kita kembalikan kepada niat kita masing masing ketika membangun rumah kayu jati itu……

    Harapan atau tujuan mendirikan rumah sudah jelas makna maksud dan tujuannya…..sebagai tempat pengayom…tempat keluarga…tempat rasa damai bahagia bersama anak istri kerabat saudara ….tempat ketika menghadap kepada Gusti yang disembahnya…..tempat tafakur dan perenungan….membuahkan suatu cita cita demi hidup……demi benar dan lurusnya jalan takdir hidup diri dan keluarganya……karena kebenaran adalah takdir dan perintah dari Tuhan dan ternyata banyak manusia telah melanggar takdir perintah itu …….

    NKRI sepertinya sedang hampir roboh karena sebagian kayu jatinya sudah rapuh / dirapuhkan atau hilang dicuri maling /begal /bandot / manusia selingkuh terhadap kebenaran ??…….bagaimana cara mengokohkan rumah NKRI / rumah kayu jati kita??…..siapa mereka yang menjadi penolong dan dimana sekarang ??……

    Semoga impian kami kita semua dikabulkan oleh Gusti Allah…..niat niat yang benar …lurus dan luhur……demi sejatinya tujuan hidup ……hidup mahluk yang dihidupkan…..demi kehidupan yang sebenarnya berdiri diatas kasih dan sayang dari Tuhan YME…………Nuwun

  11. o-o

    Selamat Pagi (meski siang tapi cuaca seperti pagi) cak JS, Kang Nur, Kang GP, Kang Pelayan and all.
    Cak JS…. tulisan komen yg sangat tepat dan mendalam, rumah jati… itulah rumah sejati kita… itu ada dalam hati sanubari…. tak lekang panas dan tak lapuk karena hujan asal sering kita tengok dan bersihkan setiap hari… rumah jati-rumah jati kita akan saling bertautan semakin besar bila persaudaraan kita semakin meluas…. serta akan maujud menjadi rumah sejati bangsa kita … yaitu negara kita yg berdasarkan hati-nurani kemanusiaan yg berkebangsaan Indonesia berdasarkan Pancasila-UUD45.
    Nuwun.

    Kang Nur… menurut ilmu strategi… solusi cara mengatasi masalah harus lebih banyak dibandingkan masalahnya sendiri, bila ada satu masalah maka sebaiknya kita punya strategi a-b-c-d dst….. artinya bila plan a gagal maka jalan plan b atau plan c dst.

  12. Pengunjung Semprul

    Tulisan yang sangat sangat menarik. Dulu saya pernah baca terjemahan tulisan ada orang asing yang berkata: Kemiskinan memicu terjadinya kejahatan. Saya sempat dongkol mendengarnya, namun sekarang ini mau tidak mau terpaksa meng-amin-inya. Di negara maju, kemiskinan memang berpotensi besar terjadi di daerah atau wilayah miskin dan kumuh. Jadi terbebas dari kemiskinan adalah penting.

    Tidak perlu kaya raya sih, tapi cukup untuk makan sehat, biaya pendidikan, kesehatan dan kebutuhan mendasar lainnya. Bagaimana dengan miskin hati? Duh ini jawabannya bisa panjang. Disaat perut lapar, sewa rumah belum terbayar, anak istri di rumah sakit, hutang numpuk maka hati bisa menjadak jadi miskin dan tergoda melakukan tindak kejahatan.

    Isi dompet bisa dibahas, tapi isi hati, kaya atau miskin relatif susah untuk dijelaskan. Ngomongin hati kaya, umumnya semua orang merasa hatinya kaya……

    • pelayan

      Salam mbah wager dan porosepuh….

      Setuju…dahulu saya juga pernah mendengar kemiskinan lebih dekat dgn kufur nikmat (tidak bersyukur)….jadi menurut saya pribadi, orang yang selalu bersyukur atas segala nikmat yg diterimanya, dia adalah kaya hatinya….sedangkan orang yang kufur nikmat adalah orang miskin hatinya…orang2 yg kufur nikmat inilah yang tidak akan puas dgn materi yg dimilikinya, seperti orang haus minum air laut, semakin diminum semakin membuatnya haus…

      ada pepatah bijak, untuk ukuran materi, kita dianjurkan untuk selalu melihat kebawah (kondisi materinya), sehingga kita akan selalu bersyukur dgn keadaan kita….tapi untuk urusan kebaikan, kita dianjurkan untuk selalu menatap ke atas (yg lebih baik amal perbuatannya), sehingga kita terlecut untuk berbuat kebaikan yang lebih lagi…

  13. o-o

    Salam Kang PS, kang Pelayan, kang Nur, kang GP, cak JS.
    Terima kasih kang PS dan kang Pelayan…. memang godaan kejahatan semakin berat pada kondisi tertekan sosial ekonomi serta adanya kesenjangan yg besar antara yg miskin dan kaya. Kunci utama mengatasi kemiskinan adalah lapangan kerja. Negara tetangga kita, pemerintah sudah mempersiapkan lapangan kerja bagi warganya sejak 5 th kedepan… kalau kita…. pemerintah menghimbau agar swasta menyediakan lapangan kerja… ya itulah Indonesia.
    Nuwun.

  14. wageR

    Salam Kang Pelayan, kang OO dan rekan lain,

    Tidak bisa dibantah bahwa kaya hati adalah penting, bersyukur juga tidak kalah pentingnya. Tanpa kekayaan hati maka kejahatan mudah timbul. Korupsi adalah contohnya.

    Menilik dari topik Kang ABR, sepertinya lebih difokuskan ke bahasan kemiskinan dalam arti materi. Kemudian lawan kata kemiskinan (materi) yang dimaksud di tulisan di atas (sepertinya) juga bukan kaya raya, tapi terbebasnya dari kekurangan. Kekurangana sandang, pangan, pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan dan kebutuhan dasar lainnya.

    Tanpa pekerjaan maka kejahatan mudah timbul. Syukurlah kita hidup di negeri surga yang hangat sepanjang tahun, pajak yang ringan dll. Jadi tidak perlu punya banyak uang untuk hidup.

    Membahas tentang uang dan kekayaan materi tampaknya rada tabu. Kaya materi atau kaya hati? Kebanyakan orang cendrung memilih kaya hati. Sedangkan idealnya ya tentu saja kaya materi dan kaya hati. Namun sialnya saya dan juga kebanyakan orang malah tidak memiliki keduanya dan hanya bisa menghibur diri dengan berkata: Biar miskin harta yang penting kaya hati. Harta tidak dibawa mati dll.

    Uang harus didapat dengan kerja. Kalau uang tidak cukup, kurangi konsumsi atau tingkatkan penghasilan. Bagi kalangan mahasiswa, dididik untuk belajar belajar sambil bekerja (part time). Itulah kaya hati versi saya kalau dikaitkan dengan topik di atas. Namun apa yang bisa dilakukan kalau negeri dalam kondisi miskin dan kurang lowongan kerja, miskin ide, semangat dan kreativitas untuk memproduksi barang atau jasa?

    Nah, inilah yang harus dientaskan dan diperangi.

    salam

  15. o-o

    Salam Kang WageR, Kang Pelayan, Kang GP, Kang Nur, Cak JS dan para saudara semua.
    Hmmm… sungguh tepat wawasan kang WageR. … memang pembahasan disini dari segi materi… itu berkaitan dg peluang pekerjaan / usaha dan kemampuan / keahlian individu / tim.
    Perihal kekayaan-kemiskinan hati (non materi) saya rasa lebih cocok dibahas di dongengbudaya…. gimana kang WageR? ntar Cak JS jadi moderator dan penulis utamanya…. saya nyumbang sepotong saja.
    Nuwun.

  16. js

    gimana kang WageR? ntar Cak JS jadi moderator dan penulis utamanya…. saya nyumbang sepotong saja.

    ______________________________________________________________

    Salam hormat dan selamat malam……..

    Terima kasih dengan usulan Den ABR……tapi mohon sangat dimaafkan…..saya menjadi atau meniru hewan kura kura penyu saja…..memasukan kepalanya karena kaget…karena banyak orang lewat lalu lalang …..masih banyak poro pinter dan piawai yang melebihi dari pemahaman dan ilmu saya……he he he…..Nuwun….

    • o-o

      Wakakkkkkk…… lhah… udah tiarap ndlesep pula.
      Salam Cak JS…. weeh… giliran ditunjuk langsung berkelit… ilmu padi… makin berisi makin menunduk.
      Tulisan cak JS diatas menunjukkan isi yg berat dan padat… cuman belum sempat dipindah diatas… rencana buat gongnya.
      Nuwun.

      • js

        Salam Mas ABR……saya hanya seorang penonton sepak bola dilapangan kecil dikampung……bukan pemain ….hanya sekali sekali teriak teriak…ngambil dan menendang bola bila bolanya sedang keluar lapangan….ha hha……

        Melihat dan mengunjungi blog seperti hiburan hati……bertemu dengan banyak pemikiran dan pola pikir saudara sendiri….saudara sebangsa dan setanah air……
        Negeri ini memerlukan manusia semacam dan se type dengan Mas ABR.dan banyak para komentator terhormat yang lain……para manusia yang hidup tidak ego mementingkan diri sendiri tapi untuk mereka yang memang perlu dipikir dan diperhatikan nasibnya….hidup adalah anugrah dan amanah dan semua itu ada perhitungan kelak dikemudian hari……benar dibalas kebahagiaan….salah dibalas dengan ketakutan dan kesakitan……….ketika kita sudah dihadapan pemilik hidup semua mahluk………Nuwun
        .

      • o-o

        Cak JS….. saya cuman tukang obrak-obrak dan kilik-kilik …. supaya pada bangun untuk mewujudkan impian agar jadi nyata, membangun kebersamaan dan kepedulian sehingga memperkuat ikatan kebangsaan serta mencarikan cermin agar kita bisa melihat profil nyata kondisi kita serta melihat para tetangga untuk tolok ukur sampai dimanakah kita berada.
        Nuwun.

  17. js

    Mas ABR….bisakah gambar sang petani yang menangis diganti gambar lain ??….saya kalau melihat gambar itu…kepala langsung mumet….pikiran mikir tidak karuan….. kemana mana….. terima kasih…

    • o-o

      Maap… gambar tersebut telah membuat cacak “keronto-ronto” sedih… gambar sudah dihilangkan.
      Hmmmm….. inilah dia…. profil bapak yg sejati.

  18. gp

    iya ganti gambar biar mumet hilang… bahaya kalau mumet bisa2 gambar semangka mlompat tidak urut hehe…

    • o-o

      Weehhh…. bener-bener tajem trawangan kang GP….. itulah yg saya kuatirkan… lompat ke gambar pencucian…. dampaknya luas dan sulit diisolir.
      Gambar diganti dengan gambar dari tetangga.
      Salam Kang GP.

    • js

      Terima kasih Mas ABR …….gambar sudah tidak ada……

      Salam Mas GP……he he semangka yang membuat tekanan darah saya semakin rendah….he he….

  19. gp

    salam kang ABR, romo JS, semua

    bgmn kabar naga yg dibawah gedung mangkrak, apakah sdh sehat dan terbang?

    • o-o

      Weehh… belum ada kabar pasti kang GP…. firasat sih masih belum sehat meskipun ada perbaikan…. mungkin perlu renovasi dan menyelesaikan bangunan dengan ventilasi yg lebih bagus agar menyehatkan sehingga yg sakit segera sembuh.

  20. gp

    waduh… berarti naganya masih kesandung kesampar…? semoga cepat pulih, amin.

  21. o-o

    Salam Kang Nur….. dan kang GP. menurut akang…. apa dan siapa yg lalu lalang di atas atap … suaranya mirip F16 yg lagi akrobat.
    Nuwun.

  22. gp

    kalau sudah waktunya, insya Allah ventilasi akan terbuka sangat lebar dg sendirinya, termasuk juga utk romo JS hehe…

    pamit mundur dulu poro sepuh,
    nuwun.

  23. gp

    f16, 2x muncul dipandangan sy. siapa… ? mbuh kang hehe…
    Nuwun.

  24. js

    Salam Mas GP….Mas ABR……

    Maaf….semalam tidak sempat pamit……bablas ketiduran…….

    Apa sebenarnya maksud pesawat F 16 itu ??……apa susah yaa ??….menjadi pikot……….mimpi terbang dan naik pesawat mungkin memang asyik….impian rakyat cilik ….he he….Nuwun

  25. js

    Salam hormat ….selamat pagi……

    Siapa diantara kita yang bermimpi atau ingin jadi pemimpin…imam atau presiden…..di NKRI yang begitu sarat dengan masalah…..terutama untuk mensejahterakan rakyat….mewujudkan keadilan….keamanan …mengelola alam dan lain lain…..atau membayar hutang luar negeri yang sudah mencapai 2000 triliun……

    Menjadi presiden NKRI atau pemimpin mengapa menjadi rebutan dan kenyataan menjadi itu sangatlah berat tanggung jawabnya…..

    Saya pernah diberi cerita oleh porosepuh……untuk bisa merubah NKRI haruslah dengan pemikiran ekstrim…..artinya pemikiran dan logika pikir kecerdasan yang sangat beda….mungkin tidak umum….nyeleneh…nekat….membingungkan orang universitas sekolahan….membinggungkan para ahli ekonomi…hukum…politisi…..sebagai langkah terobosan dari sistiim negeri kita yang tetap masih dilaksanakan monoton dan ” jadul ” ( dari dulu sampai sekarang tetap saja )……ataukah itu sama maknanya dengan ” tangan besi ” dan juga ” tangan dingin “……

    Mana yang harus dijadikan teman dan kerabat oleh seorang pemimpin / presiden / DPR….tingkat masyarakat kalangan bawah….tengah atau atas ??….dan daerah NKRI sebelah mana yang harus diprioritaskan sebagai langkah teroboisan awal untuk merubah NKRI menjadi negara yang berubah lebih baik dari sekarang ??……

    Seperti yang ada dalam gambar mimpi kami bahwa sudah dan tampak cahaya dari Timur ke Barat dipagi hari yang cerah diiringi kokok ayam jantan……apakah itu berarti pusat pemerintahan akan berpindah di daerah Timur ??….Irian Barat ??…..entahlah…..Nuwun….

    • o-o

      Salam Cak JS…. karena menurut teori sekolahan yg ada saat ini….. negara kita semakin terpuruk…. teori ilmu ekonomi saat ini adalah bila banyak barang komoditi / hasil panen raya maka harga barang akan jatuh (murah), bila barang komoditi sedikit / musim paceklik maka harga membubung tinggi. Nah… kita tanah kita subur sehingga panen komoditi melimpah banyak sehingga harga turun drastis….. artinya jumlah perolehan uang makin dikit… teori yg aneh dan tak sesuai dg hukum alam. Misal lagi, menjelang liburan panjang/ lebaran… banyak orang pesan ticket untuk pulang kampung…. berhubung banyak yg butuh… maka harga seenaknya dinaikkan… dan saat hari biasa maka banting harga dg diskon gila-gilaan…. ini teori ekonomi “mentung / ngentol”… mentang-mentang banyak yg memerlukan maka harga dinaikkan… ilmu ekonomi yg tidak bawa berkah.
      Nuwun.

      • gp

        Seringkali sy senyum sendiri kalau baca komennya sang begawan ilmu alam (sunatullah)… sang begawan sering menghabisi atau menjungkirbalikkan ilmu patennya masyarakat umum.

        Kalau dilihat sepintas sepertinya pendapat sang begawan salah besar tapi kalau dicermati betul2 maka jempol buat sang begawan… Orang aneh… barang langka yg sudah tidak diproduksi lagi haha…

        Produksi melimpah kalau dijual ke pasar jelas harga menurun sehingga petani/nelayan tidak akan pernah kaya tapi kalau yg menampung negara dg harga tetap maka petani/nelayan besar kemungkinan bisa kaya.
        Apa demikian, ndan?

        Salam.

      • o-o

        Wuuiihhh… emang tok cer ni kang GP.
        Bulog… itu yg seharusnya menampung dari petani dan nelayan WNI… tentunya dengan harga tetap… tidak “mencla-mencle” … itulah strategi harga mengambang … disitu akan ada tawar menawar… ada permainan…. menguntungkan aparat yg tak jujur… bermain pat-gulipat….
        Hhhh…. semoga semua pemain pat-gulipat akan terlipat, yg “mencla-mencle” akan memble mencle mulutnya….. hmmm… tapi kesian juga… hal itu karena mereka lemah iman….. so… buat sistem baru seperti kang GP dan Cak JS tuliskan….. sehingga tak ada peluang bermain harga.
        Sebenarnya… ada strategi yg paling 17 (ji-tu)… hmmm… akan ditulis tersendiri, biar nambah topik… hehehe.

        Salam Kang GP, Kang Pelayan, Kang Nur, Kang Wager, Cak JS and all.

      • js

        Semoga suatu saat nanti banyak warga NKRI yang berlomba ingin menjadi petani……

        Saya sangat setuju dengan Den ABR bahwa petani sudah dipermainkan sehingga mereka merasa putus asa ….terus menjadi petani karena tidak ada pekerjaan yang lain….atau anak anak mereka hengkang dari desanya mencari pekerjaan di kota besar….maka kalau sudah begini maka tanah dan air di negeri ini seperti tidak dihargai……dan yang bertanggung jawab tentang ini siapa ???….sebenarnya yang menjadi kaya bukan orang kota tapi orang desa karena orang desa sudah ada lahan warisan dari orang tuanya yaitu sawah juga tanah perkebunan atau tanah tanah lain yang bisa dikelola …..
        Dunia seperti sudah dijungkir balik…..yang punya sawah lha kok malah menderita…..negara harus bertanggung jawab dan memperhatikan soal ini…Nuwun…..

  26. pelayan

    Salam romo JS, komendan, kang nur, kang gp, kang otak, mbah wager, kang KK dan porosepuh…

    Akur romo…menurut tulisan komendan….salah satu tujuan diciptakan manusia adalah sebagai pemimpin atau imam atau presiden…minimal memimpin sel2 dan organ dalam tubuhnya…kemudian berlanjut pada tingkatan yg lebih tinggi yaitu menjadi pemimpin keluarga dst…

    setiap diri kita diberi tanggung jawab yang tidak akan melebihi kadar kemampuan kita…..semisal untuk memimpin keluarga yg terdiri dari 4 kepala saja sudah puyeng, apalagi memimpin banyak kepala ….untuk urusan yg lebih besar dari keluarga, biar menjadi tanggung jawab orang2 yang sudah diberi kemampuan untuk mengurusnya….

  27. o-o

    Salam Cak JS…. semoga gambar yg ini tidak bikin pusing.
    Salam Kang Pelayan….. hehehe… tepat banget.
    Salam Kang GP, Kang WageR, Kang KK, Kang Nur dan sedulur semua.

    • pelayan

      Salam komendan…

      bikin mata berkaca-kaca ndan lihat gambarnya, saya selalu tidak tega lihat ada anak kecil begitu susah hidupnya….dimanakah fungsi pemerintah dan negara….anak2 terlantar dan fakir miskin seharusnya dipelihara dan dijamin kehidupannya oleh negara….”Ya Allah kenapa Engkau amanahkan negeri ini pada orang-orang yang tidak amanah”….

      • O-O

        Salam Kang Pelayan…. Lhooohh…. yg kasi mandat amanah kito lho kang…. yg jadi masalah karena kita tak bisa membedakan antara yg emas dg yg loyang.
        Salah satu tujuan blog ini adalah belajar tentang kepemimpinan sehingga kita bisa paham dan tak salah bila memilih pemimpin.
        Nuwun.

      • js

        Salam hormat …selamat malam…..Mas Pelayan….Mas ABR….Mas GP…..Mas KK…Mas Nur….Mas OM…sedoyo poropinter……

        Saya jadi ingat dengan….guyonan..sindiran…kritik presiden kita Gus Dur…..didepan anggota DPR beliau memakai celana pendek dan mengatakan bahwa anggota DPR hanya seperti anak TK…..

        Sindiran ujntuk anggota DPR itu sangat tepat telak dan ces pleng….entah apa dan siapa yang mewakili rakyat dan membela memperjuangkan demi kesejahteraan rakyat dan juga daerahnya……
        Definisi anak anak atau anak TK….sangat jelas…mereka belum bisa dan belum mampu belajar berhitung dan membaca dengan sempurna dan lancar….masih suka merengek menangis…selalu minta dan ingin dilayani….ngalem manja….suka permen atau ice cream….mungkin masih ada yang ” menetek ” ibunya…..mungkin sindiran atau keadaan itu masih tetap sama atau lebih nemen….mereka seperti bayi atau anak anak yang belajar jalan…merangkak….suka ngompol ….dll……He he …Nuwun

      • o-o

        Salam Cak JS….. hehe… 😆

  28. js

    Salam hormat dan selamat pagi……..

    Tulisan ini hanya kesimpulan dari apa apa yang pernah kami lihat yaitu gambar gambar gaib…….mungkin sebagai kias seorang pemimpin yang bagaimana yang harus memimpin negeri ini……

    Pemimpin ini harus bersugesti bahwa dirinya sebenarnya ” ada ” tapi ” tiada “……pemimpin yang berpikiran dan bersugesti halimunan ….dirinya dianggap tidak ada sehingga ” ego ” nya sudah bisa dikatakan tidak ada atau dalam versi ajaran agama , dirinya sudah ditahap memfanakan diri….sudah tidak ada pengaruh duniawi yang menjerat diri …sudah tidak lagi keblinger dengan duniawi…sudah ketemu dengan Gustinya…memahami makna hidup sejati…….

    Nafsu aluamah / cinta duniawi….nafsu sufiah / cita cita harapan angan ….nafsu amarah / akal logika pikir….nafsu mutmainah / iman ….sudah berjalan lurus beriringan dan menempati tempat sebenarnya untuk menjadi makmum sang imam….semua makmum atau 4 sifat itu sebagai kenyataan dan persyaratan mutlak untuk manusia untuk bisa dikatakan sebagai mahluk sempurna……pemimpin yang seperti ini tidak lagi dikatakan sebagai mahluk berakal saja tetapi sudah dikatakan sebagai insan kamil….mungkin para perilaku muklis …entah apalagi juluk ijasah lelaku spiritualnya…………..

    Masyarakat luas/ manusia yang dipimpin ibarat sama dengan nafsu 4 tadi…..bagaimana menempatkan 4 sifat itu diposisi yang sebenarnya sehingga 4 sifat itu saling berkaitan saling mengisi dan bekerja sama seimbang / balance…untuk menjadi keadaan sempurna….bahagia dan selamat lahir batin……

    Kami ingat dengan sanepan gambar ” kresna ” dengan kereta yang ditarik dengan 4 kuda….kuda warna hitam / aluamah…..kuda merah / amarah….kuda kuning / sufiah….kuda putih / mutmainah……dengan 1 cemeti ditangan……lalu yang menjadi pertanyaan saya….siapa yang ada dalam kereta itu ???….tidak ada penjelasan di cerita gambar itu …….

    Kereta itu harusnya ada penghuninya…siapa penumpang dalam kereta itu ??………bisa saja penghuni itu bermacam macam dan maksud atau sanepan……bisa saja ” Aku / Ingsun “….’Gusti / baguse ati / hati nurani “….atau ‘ Hu / Dia”…..sang hidup yang suci………

    SemogaNnegeri NKRI bisa menjadi negeri mercusuar haruslah dipimpin oleh si ” Kresna “…..pemelihara dunia / jagat besar/ alam semesta……kita harus juga bisa menjadi krena sebagai pemelihara diri pribadi / jagat kecil…..untuk menuju benar….

    Kereta itu semoga sebagai tempat mengangkut negeri dan rakyat NKRI….dan jelas kemana arah yang dituj kereta dan si Krena tadi…….

    Nanti disambung lagi….berangkat kerja dulu……tulisan itu hanya sekedar cerita abal abal saja……mohon maaf bila kurang berkenan…..Nuwun…..

  29. js

    Negeri NKRI menjadi seperti sekarang ini karena ” Kresna ” dan juga ” Semar ” nya sudah tidak ada atau hilang pergi… …..tidak ada yang meruwat dan merawat 4 sifat pilar sifat mahluk manusia…..4 sifat yang sudah bercerai berai….berjalan sendiri sendiri dan berakibat kerusakan diatas bumi ini….KEMISKINAN lahir dan batin salah satu akibatnya…..penyakit dan wabah yang sudah merebak di segala lapisan masyarakat…..

    Pandawa tanpa kresna dan semar maka tidak bisa mencapai negeri yang adil makmur damai sentosa ….tidak bisa dikatakan sebagai manusia atau mahluk sempurna….pandawa sebagai kias dan sanepan ujud mahluk yang namanya….manusia / manungso / diri pribadi ……

    • js

      Den ABR….kresna atau semar hanya sebagai kias saja……cerita itu hanya dongeng yang pernah kami dengar……Nuwun….

  30. Kemiskinan tidak seharusnya dipandang sebagai suatu kenyataan hidup yang diterima begitu saja, sebagai sesuatu yang tak dapat dihindari. Sebaliknya, kemiskinan harus dianggap sebagai suatu skandal yang bertentangaan dengan cita-cita Allah tentang masyarakat manusia, dan karenanya harus diatasi dengan segala macam cara!!
    Keadilan menuntut suatu kemauan konkret untuk membagi apa yang dimiliki. Ukuran yang benar dalam pembagian bukanlah ‘kelebihan’ dari orang ‘ber-punya’ melainkan ‘kebutuhan’ dari orang ‘tak-punya’. Inilah kalau boleh saya katakan sebagai SOSIALISME KERAJAAN ALLAH.

  31. Ping-balik: Mimpi Indah Nelayan Rakyat Negara Maritim. | "Pagelaran Kloso Bedah"

  32. Great blog here! Also your web site rather a lot up very fast! What web host are you the usage of? Can I get your affiliate hyperlink in your host? I want my web site loaded up as fast as yours lol

  33. SUARA

    ” KEMAKMURAN ADALAH DARAH DAGING KITA ”
    ” kemiskinan sirna, SELAMAT DATANG KEMAKMURAN SAHABAT KITA ”

    So sorry
    Tiap kata adalah doa
    ” grih jawa, getih ‘tumus’
    ” kecap sak kecap mandi ”

    That’s is what is the mean state : ati ati ya le..from kakek nenek kita.
    ( salah satu ari penting maksud dhe…he he he. Sersan jenderal ini. )

Bila Berkenan, Mohon Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s