Harapanku.

JKT 1

JKT 2JKT 3 Semoga impian ini dapat terwujudkan, tak hanya kota Jakarta tetapi juga kota-kota seluruh wilayah NKRI…. menjadi kota yang Mandiri berswasembada pangan-sandang-papan yang cukup layak.

Musim Panen… indah dilihat dan nyaman di hati.

JKT, sawah kuning Lelah Habis bekerja keras, telah tersedia makan-minum dan cangkrukan di “Dapur Umum” yang dikelola PEMDA setempat, Gratis tak perlu unjukin Kartu kredit maupun KTP, orang asing juga boleh makan-minum gratis.

Dapur Umum gubung sawah
BungalowBungalow sawah
Permasalahan untuk membangun persawahan di perkotaan adalah air bersih, untuk itu perlu program konservasi air bersih. Salah satu cara seperti gambar berikut.

Hutan Kota untuk konservasi air bersih. hutan kota
Atau, Hutan dan Sawah di Atap Gedung Bertingkat.
sawah hutan kota Air di atap bangunan bertingkat befungsi sebagai penampungan air hujan.

Gedung Bertingkat diharuskan “Go Green”. penghijauan kota green building

Prasyarat Sebagai Kota Mandiri maka harus tersedia cadangan sumber protein hewani. peternakan sapi

Kota Mandiri juga harus punya sumber energi tersendiri, Kota di tepi pantai dapat menggunakan sumber energi dari arus ombak laut juga energi surya. energi ombak laut

28 Komentar

Filed under Uncategorized

28 responses to “Harapanku.

  1. gp

    Mantaaapp…!

    (bgmn kalau gambar sebagian padi sudah menguning siap panen? pasti mumet krn ketemu org yg hobinya ngritik dan pusing nyusun ulang gambar hehe…)

  2. pelayan

    Salam akang semuanya…

    Busyet dah kang ABR….dikemanain semua tuh rumah2 dan penghuninya, kok bisa jadi sawah….pasti harga padinya mahal, secara harga per meter persegi sawahnya bisa puluhan juta….😀

  3. gp

    Tidak salah lagi, inilah dia Sang Perancang haha…

    • abr

      Salam Kang GP…….. eh… ternyata ada beberapa saudara yang aktif saling Asah-Asih-Asuh selama saya tinggal keluar…. hmmm syukurlah.
      Salam kenal Poro Akang…. Kang Sohib, Kang KK, Kang Otak Mie, Kang Dower.
      Setelah membaca semua komen yg lalu… baru paham maksud Kang GP tentang Sang Perancang….. yg dikemukakan Kang Otak Mie.
      Hehehe….

  4. Ping-balik: Harapanku. | Republik Impian

  5. Salam komandan abr,poro sepuh&sedulur semua @ yaa TUHAN,..menangis saya melihat gambar itu Dan,..bilamana itu terjadi,bukan lagi Indonesia jadi mercusuar dunia,.bahkan pasti seperti surga diatas bumi,..

    • abr

      Salam Kang Nur,…. syukurlah, akang sudah kembali aktif di dunia maya ini.
      Gambar diatas perlu kita yakini (believe) bahwa pasti akan terjadi tak lama lagi. Semakin banyak orang yang percaya maka akan semakin mudah terwujudkan.
      Nuwun.

  6. pelayan

    Salam porosepuh semua…..

    Kalau ada seperti yang digambar….saya siap jadi buruh taninya….dan siap leyeh2 digubuk pinggir sawah kalo pengen istirahat sambil dengerin gending, ditemenin gorengan dan kopi hitam….sliyer2 kena hembusan similir angin, ayem tentrem…..

  7. Salam kang pelayan @ terus sy dateng sambil mikul pacul,,abis kecapean,..terus bilang,.wah persis kang,sy cuma punya rokok,,gorengan sm kopi hitamnya gak ada,..kita join kang,..lalu berbincang2…hahaha,,hiks,,hiks,..asik kan kalau begitu…

  8. KK

    Salam untuk semua.

    Sungguh indah jika semua itu ada dipinggir kota dan bukan di tengah kota, ya Kang. Sebab di tengah kota cocoknya pohon-pohon yang besar yang tertata rapi sehingga membuat kota terasa lebih adem😀

    Catatan Admin.
    Komen lanjutan telah dipotong dan dipindahkan agar lebih sesuai dengan topik bahasan ke halaman ini https://leadershipprincipal.wordpress.com/2013/04/16/kebahagiaan-keikhlasan-kegelapan-hati/

  9. abr

    Salam Kang Nur, Kang Pelayan, Kang KK, Kang GP dan saudaraku semuanya.
    Telah tersedia Dapur Umum, silahkan dinikmati, gratis.

  10. Copas

    Yusuf Mansur Network

    ( KEHIDUPAN ) SIAPAPUN ORANGNYA BANYAK YG MENCARI KEBAHAGIAAN – Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan! Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan! Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan! Orang biasa menyangka bahagia terletak pada kepopuleran! Dan sangkaan-sangkaan lain…Tapi, sesungguhnya, kebahagiaan bukanlah terletak pada itu semua. Semua kenikmatan duniawi bisa menjadi tangga yang mengantar kepada kebahagiaan. Semuanya adalah sarana. Bukan bahagia itu sendiri. Lihatlah, betapa banyak pejabat yang hidupnya dibelit dengan penderitaan. Lihat pula, betapa banyak artis terkenal yang hidupnya jauh dari kebahagiaan dan berujung kepada narkoba dan obat penenang!

    Jika demikian, apakah yang disebut”bahagia” (sa’adah/happiness).

    Selama ribuan tahun, para ahli pikir, telah sibuk membincang tentang kebahagiaan. Kamus The Oxford English Dictionary (1963) mendefinisikan ”happiness” sebagai: ”Good fortune or luck in life or in particular affair; success, prosperity.” Jadi, dalam pandangan ini, kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersifat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka, menurut pandangan ini, tidak ada kebahagiaan yang abadi, yang tetap dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia.

    Prof. Naquib al-Attas menggambarkan kondisi kejiwaan masyarakat Barat sebagai: “Mereka senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan.” Tokoh panutan mereka adalah Sisyphus, yang selalu berusaha mendorong batu ke atas bukit. Tapi, ketika batu sudah sampai di atas bukit, digelindingkannya kembali batu itu ke bawah. Kemudian, dia dorong lagi, batu itu ke atas. Begitu seterusnya. Tiada pernah berhenti.

    Itulah perumpamaan tentang kondisi batin masyarakat Barat yang menganut paham relativisme dan tidak mengenal kebenaran pada satu titik tertentu. Ketika sampai pada satu tahap tertentu, dia kembali menghancurkan dan mencari lagi. Mereka selalu dalam pencarian. Tidak akan pernah puas. Laksana meminum air laut. Jika sudah mendapatkan satu gunung emas, mereka akan mencari lagi gunung emas yang kedua.

    Berbeda dengan pandangan tersebut, Prof. Naquib Al-Attas mendefinisikan kebahagiaan (sa’adah/happiness) sebagai berikut:

    ”Kesejahteraan” dan ”kebahagiaan” itu bukan dianya merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan akal-fikri insan yang hanya dapat dinikmati dalam alam fikiran dan nazar-akali belaka. Kesejahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan Hakikat Terakhir yang Mutlak yang dicari-cari itu – yakni: keadaan diri yang yakin akan Hak Ta’ala – dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri itu berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.” (SMN al-Attas, Ma’na Kebahagiaan dan Pengalamannya dalam Islam, (Kuala Lumpur: ISTAC:2002), pengantar Prof. Zainy Uthman, hal. xxxv).

    Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati, yang dipenuhi dengan keyakinan (iman), dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya, meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampong halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.

    Imam al-Ghazali, seperti dikutip Hamka dalam Tasaud Modern, mengungkapkan: ”Bahagia dan kelezatan yang sejati, ialah bilamana dapat mengingat Allah.” Hutai’ah, seorang ahli syair, menggubah sebuah syair:

    ولست آرى السعادة جمع مال * ولكن التقى لهي السعيد

    (Menurut pendapatku, bukanlah kebahagiaan itu pada pengumpul harta benda;

    Tetapi, taqwa akan Allah itulah bahagia).

    Menurut al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia berhasil mencapai ”ma’rifatullah”, telah mengenal Allah SWT. Selanjutnya, al-Ghazali menyatakan:

    ”Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu ialah bila kita rasai nikmat kesenangan dan kelezatannya, dan kelezatan itu ialah menurut tabiat kejadian masing-masing. Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang indah, kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain dari tubuh manusia. Ada pun kelezatan hati ialah teguh ma’rifat kepada Allah, karena hati itu dijadikan ialah buat mengingat Tuhan…. Seorang hamba rakyat akan sangat gembira kalau dia dapat berkenalan dengan wazir; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan pula dengan raja. Tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari segala macam kegembiraan, lebih dari apa yang dapat dikira-kirakan oleh manusia, sebab tidak ada yang maujud ini yang lebih dari kemuliaan Allah… Oleh sebab itu tidak ada ma’rifat yang lebih lezat daripada ma’rifatullah.”

    Ma’rifatullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan, bahwa ”Tiada Tuhan selain Allah” (Laa ilaaha illallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi, manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ”ayat-ayat-Nya”, baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah. Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri. Alam semesta ini adalah ”ayat”, tanda-tanda, untuk mengenal Sang Khaliq. Maka, celakalah orang yang tidak mau berpikir tentang alam semesta.

    Disamping ayat-ayat kauniyah, Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa ”Tiada tuhan selain Allah”, dan bersaksi bahwa ”Sesungguhnya ad-Din dalam pandangan Allah SWT adalah Islam.” Risalah kenabian Muhammad saw telah menyempurnakan risalah para nabi sebelumnya.

    Inilah yang disebut sebagai ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan Islam, harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati, yang terkait antara dunia dan akhirat. Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama, apakah suatu program pendidikan (ta’dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang bayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri, dan sebagainya. Tetapi, apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal dan bahagia beribadah kepada Sang Pencipta.

    Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya bahagia dalam keimanan dan keyakinan; yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh setiap keadaan. Dalam kondisi apa pun, hidupnya bahagia, karena dia sudah mengenal Allah, ridha dengan keputusan Allah, dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.

    Dalam kondisi apa pun, dalam posisi apa pun, manusia semacam ini akan hidup dalam kebahagiaan. Fa laa khaufun ’alaihim wa laa hum yahzanuun. Hidupnya hanya mengacu kepada Allah, dan tidak terlalu peduli dengan reaksi manusia terhadapnya. Alangkah indah dan bahagianya hidup semacam itu; bahagia dunia dan akhirat.

    Karena itu, kita paham, betapa berbahayanya paham relativisme kebenaran yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini menggerus keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan adalah harta yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata Iqbal, seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api. Karena itu, kata penyair besar Pakistan ini, hilangnya keyakinan dalam diri seseorang, lebih buruk dari suatu perbudakan.

    Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacam itu; hidup dalam keyakinan; mulai dengan mengenal Allah dan ridha menerima keputusan-keputusan-Nya, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita ingin, bahwa kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma’ruf nahi munkar.

    Mudah-mudahan, Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. Amin

  11. Pengunjung Semprul

    Ah, andai harapan itu bisa terwujud……
    Tapi kapan?
    Entahlah…….

    Sepertinya tidak susah,
    Asal ada niat dan kesungguhan……

    • O-O

      Salam Kang PS.
      Hehehe…. betul kang… asal ada niat, disitu pasti ada jalan.
      Kalau tak terwujud…. hmmm… berarti memang tak ada niat.

    • KK

      Kalau memang ada niat, kita harus kompak menyingkirkan para “ndableg” dengan cara Amar ma’ruf nahi munkar (al`amru bil-ma’ruf wannahyu’anil-mun’kar) adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab yang maksudnya sebuah perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat. Frasa ini dalam syariat Islam hukumnya adalah wajib.
      Dalil amar ma’ruf nahi munkar adalah pada surah Luqman, yang berbunyi sebagai berikut:
      “Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Luqman 17) ”
      Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita dengan pemimpin yang zhalim dan menindas kita dan tidak mengabulkan segala doa kita:
      Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR. Abu Dzar) [1]
      Amar ma’ruf nahi munkar dilakukan sesuai kemampuan, yaitu dengan tangan (kekuasaan) jika dia adalah penguasa/punya jabatan, dengan lisan atau minimal membencinya dalam hati atas kemungkaran yang ada, dikatakan bahwa ini adalah selemah-lemahnya iman seorang mukmin.[1]

      [1] Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49).

      Untuk yang beragama lain silakan melakukan “amar ma’ruf nahi munkar” sesuai dengan keyakinan masing-masing. Bagi yang sudah memahami silakan disampaikan disini.

  12. Exquisite, thank you!!!!!!

  13. js

    Salam Mas ABR……semoga kota besar di seluruh propinsi di negeri kita akan seperti dan berupa gambar gambar diatas……Amiiin…

  14. Ping-balik: ABR Cafe. | "Pagelaran Kloso Bedah"

  15. omie

    Salam.
    Ternyata impian dan harapan kemendan juga menjalar ke eropa.
    Ini nyanyian Celtic Women”, suara dan musik sangat bagus… terlebih makna lirik lagunya… terutama bagian ini… There was no ransome to be paid… (tak ada ransum/makanan yang harus dibayar)…. but the tigers come at night… with their voices soft as thunder…..

    Maknanya adalah bangun dari tidur yang panjang untuk mewujudkan impian.

    • omie

      Semua gratis…. maka syetan akan menangis.

    • dewi

      @ Omie,

      Terima kasih atas kiriman videonya, saya sudah melihat semuanya, that`s very interesting, terutama tentang ‘celtic woman’… makes me wonder about ‘atlantis women’ too :)…

      Venus project juga tak kalah hebohnya, sekali lagi membuat melambung angan saya, bagaimana jika kita juga bisa berbuat seperti mereka, mungkin namanya bukan venus tapi apa gitu, tapi tujuannya tetep sama untuk berbuat kebaikan kepada sesama dan semesta alam ini :)…

      Good reviews of the end of the year Mr. Omie, semoga program non profit ini bisa menginspirasikan masyarakat disekitar kita dan dunia, maybe we can start it next year, yang hanya tinggal bbrp hari saja :)…

      Monggo silahkan di lanjut diskusinya, semoga gayung bersambut, kerahkan semua daya the law of attraction yang secara alami telah kita miliki, sehingga energi kebaikan yang terkumpul akan bisa bersinergi :)…

      • omie

        Salam dan Selamat Tahun Baru 2014.
        Semoga tahun ini aman dan sejahtera serta dijauhkan dari angkara murka.
        Jeng Dewi… mohon maaf karena telat menanggapi tulisan diajeng.
        Ide bagus… satukan kekuatan batin-fikir-impian-keinginan-harapan-keyakinan bahwa akan terwujud masa depan yang diidam-idamkan.
        Matursuwun.

      • omie

        Sementara waktu, selamat menikmati musik yang satu ini…. enak buat manggut-manggut.

      • dewi

        @ Komandan, Omie, JS, Mesem, Nurkahuripan, All

        Maturnuwun, saya ucapkan juga Sugeng Enggal Warsa 2014 kagem poro pinisepuh lan sedoyo titah Gusti, semoga semua makhluk berbahagia :)…

        ngomong2, mumpung di ruang ‘harapan’ nih… maka harapan saya juga sama dengan harapan semua manusia dan makhluk lainnya… berdiri sama tinggi, sederajat, tidak memandang suku ataupun keyakinan… tetapi semua keunikan itu adalah anugrah :)…

        oh ya Ndan, barangkali ada info tentang project Venus yang ada di indonesia mungkin bisa di sharingkan, siapa tahu kita juga bisa membuat proyek2 seperti itu tapi versi underground alias underground maya saja he he he… karena menggalang opini dan suara adalah awal yang bagus untuk menggugah kesadaran masyarakat yang lebih universal :)…

        siapa tahu harapan penataan kota atau negara seperti di atas akan terwujud secepatnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya :)…

Bila Berkenan, Mohon Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s